Kaltimes.com – Serangan udara Israel pada hari Minggu (14/10) menargetkan Aitou, sebuah desa Kristen di Lebanon utara, menyebabkan setidaknya 23 orang tewas, termasuk wanita dan anak-anak.
Insiden ini menandai peningkatan ketegangan yang signifikan, mengingat serangan tersebut berlangsung di wilayah sipil dan bukan di markas Hisbullah yang biasa disasar.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa banyak korban adalah pengungsi dari Lebanon selatan, dan serangan itu secara khusus menghancurkan gedung apartemen yang dihuni oleh keluarga yang terlantar.
Kejadian ini terjadi di tengah ketegangan yang berkepanjangan antara Israel dan Hezbollah, dengan Israel menuduh kelompok tersebut memicu konflik di kawasan tersebut.
Serangan ini merupakan bagian dari pola kekerasan yang meningkat sejak konflik di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, yang telah mengakibatkan banyak korban di kedua belah pihak. (net/ra)