Kaltimes.com – Anggota Komisi D (Bidang Kesejahteraan Rakyat) DPRD Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan menegaskan potensi pariwisata di Kabuapten Kutai Timur sudah tak diragukan lagi. Hanya saja, kata dia, pengelolaannya memerlukan pilot project yang bisa dijadikan contoh sukses.
Pengembangan sektor pariwisata, kini menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara setelah industri kelapa sawit, menurut Ridwan, memiliki alasan yang kuat. Ini bertujuan agar pemerintah daerah ke depan tidak lagi bergantung pada dana bagi hasil sektor pertambangan yang saat ini menjadi penopang utama pembangunan, yang kapan saja bisa berkurang drastis atau bahkan habis.
“Kita harus mulai mengejar hal-hal seperti pengembangan pariwisata. Karena Kabuapten Kutai Timur sudah berusia 24 tahun lebih dan secara perlahan daerah ini harus mulai mandiri,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Untuk mewujudkannya, Ridwan meminta Pemerintah Kabuapten Kutai Timur agar fokus melaksanakan program berkelanjutan yang didukung dengan target pembangunan yang jelas, terutama di sektor pariwisata. Hal ini akan memudahkan evaluasi hasil yang telah dicapai dan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Program-program harus direncanakan berdasarkan target yang spesifik, sehingga kita dapat mengetahui aspek mana saja yang memerlukan perbaikan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program ini,” ucapnya.
Adapun wahana wisata yang terdapat di Kutai Timur antara lain Taman Nasional Kutai (TNK) di Kecamatan Teluk Pandan, pantai Teluk Kaba, Teluk Perancis, Teluk Lombok dan Pantai Kenyamukan di masing-masing di wilayah Sangatta Selatan, pantai Teluk Lingga di Sangatta Utara, pantai Sekrat di Bengalon dan lainnya.
Tak hanya itu, sejumlah wahan wisata buatan kini menjadi lokasi ramai dikunjungi warga Kota Sangatta hampir setiap saat yakni taman bermain dan flying fox di kawasan Bukti Pelangi, Bukit Pandang, polder Ilham Maulana. (ADV/DPRDKutim)