Sekda Kukar: Peralihan Kepemimpinan Jadi Tradisi Positif, Visi Kukar Idaman Tetap Dilanjutkan

kaltimes.com
30 Jun 2025
Share
Serah terima memori jabatan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2021–2025 secara resmi

Kaltimes.com – Serah terima memori jabatan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2021–2025 secara resmi dilaksanakan pada Senin pagi, 30 Juni 2025. Acara ini berlangsung khidmat di Halaman Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS), Tenggarong, dan menandai peralihan kepemimpinan dari Bupati Edi Damansyah kepada pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin.

Momentum tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, pejabat daerah, serta ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung momen penting tersebut. Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan apresiasinya atas kelancaran proses transisi ini yang berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebersamaan.

“Kita bersyukur proses alih kepemimpinan berjalan baik. Ini bisa menjadi tradisi positif di masa depan,” ujar Sunggono kepada wartawan usai mengikuti serah terima jabatan.

Menurutnya, penyusunan dokumen memori jabatan yang memuat capaian program kerja selama masa kepemimpinan Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin telah rampung. Ia menyatakan bahwa sebagian besar target pembangunan yang dicanangkan dalam program kerja lima tahunan telah tercapai dengan baik.

Acara ini mengusung tema “Makasch Busu Edi dan Emek” sebagai bentuk penghormatan kepada kepemimpinan sebelumnya. Tema ini juga merepresentasikan semangat estafet pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

Sunggono menilai, kesinambungan program pembangunan sangat penting untuk menjaga laju pertumbuhan daerah. Karena itu, ia menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru agar dapat melanjutkan visi besar yang telah dicanangkan dalam program “Kukar Idaman”.

Peralihan ini menandai bukan sekadar perubahan struktural dalam pemerintahan, tetapi juga kesinambungan aspirasi masyarakat Kukar yang menginginkan daerahnya terus maju dan berkembang. Proses ini pun menjadi simbol kedewasaan demokrasi di tingkat daerah dan kesiapan semua pihak menjaga stabilitas pemerintahan. (adv)