Kaltimes.com – Kabupaten Kutai Timur yang merupakan salah satu daerah terkaya di Indonesia, masih memiliki tantangan besar dalam menyediakan listrik bagi sebagian besar masyarakatnya. Meskipun memiliki potensi ekonomi yang besar, namun kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya terjamin.
Hal ini terbukti dengan masih adanya pemukiman warga di Kabupaten Kutai Timur yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak mendapatkan pasokan listrik PLN.
Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, H. Joni, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Ia menyatakan bahwa sejumlah desa di Kecamatan Bengalon, seperti Desa Sekerat dan Desa Muara Bengalon, masih belum tersentuh aliran listrik PLN hingga saat ini.
“Saya sangat menyayangkan hal ini. Seharusnya saat ini masyarakat kita sudah bisa menikmati listrik dan segala kemudahan lainnya, tetapi kenyataannya masih ada warga yang belum mendapatkannya,” ujar Joni.
Joni mengetahui kondisi ini setelah menggelar reses dan mendengar langsung keluhan masyarakat di daerah pemilihannya tersebut. Usulan yang disampaikan masyarakat adalah agar segera memberikan pasokan listrik PLN ke daerah mereka.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah menargetkan sebanyak 15 desa akan mendapatkan pasokan listrik PLN pada tahun 2023 lalu. Hal ini terungkap dalam rapat penjelasan rencana pembangunan jaringan listrik oleh PT PLN beberapa waktu lalu,” tambahnya.
Adapun sejumlah desa yang bakal mendapatkan pasokan listrik PLN tersebut antara lain Desa Sekerat, Desa Muara Bengalon di Kecamatan Bengalon, Desa Mata Air dan Desa Bukit Permata di Kecamatan Kaubun, Desa Long Mesangat Melan di Kecamatan Long Mesangat, Desa Kolek, Desa Kerayaan, Desa Perupuk, Desa Tanjong Manis di Kecamatan Sangkulirang, Desa Marukangan, Desa Susuk Luar, Desa Susuk Dalam, Desa Susuk Tengah di Kecamatan Sandaran, Long Noran, dan Desa Rantau Panjang di Kecamatan Telen. (Adv-DPRD/De)