Rezim Presiden Assad Runtuh, 910 Orang Tewas Akibat Serangan Pemberontak di Suriah

kaltimes.com
9 Des 2024
Share
Salah seorang pemberontak berdiri di atas patung kepala Presiden Suriah, Presiden Bashar al-Assad. (Foto: AP Photo/Hussein Malla)

Kaltimes.com – Kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah berakhir setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh pemberontak pada 27 November.

Serangan tersebut menyebabkan lebih dari 900 korban jiwa, termasuk 138 warga sipil, 380 tentara Suriah dan sekutu, serta 392 pemberontak.

Laporan dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, seperti dikutip dari Al Jazeera, menyebutkan bahwa jumlah korban terus bertambah sejak serangan dimulai, mengguncang stabilitas politik dan militer negara tersebut.

Pada Minggu, 8 Desember, militer Suriah mengumumkan runtuhnya kekuasaan Assad setelah 24 tahun berkuasa.

Di tengah ketidakpastian yang melanda negara itu, Perdana Menteri Mohammad Ghazi al-Jalali menyatakan siap bekerja sama dengan oposisi untuk membentuk pemerintahan transisi.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video, al-Jalali menyatakan bahwa mereka siap “mengulurkan tangan” kepada oposisi demi memajukan Suriah.

Meskipun situasi semakin genting, al-Jalali menegaskan komitmennya untuk memastikan kelangsungan pemerintahan dan bekerja menuju masa depan yang lebih stabil.

Langkah ini menjadi titik balik dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, menandakan berakhirnya era Assad dan membuka peluang untuk perubahan politik di Suriah. (net/ra)