Prabowo Rencanakan Penarikan Utang Baru Rp 775 Triliun pada 2025

kaltimes.com
6 Des 2024
Share
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)

Kaltimes.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menarik utang baru sebesar Rp 775,87 triliun pada tahun 2025, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 62 Tahun 2024 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Rencana ini juga dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 201 Tahun 2024 tentang Rincian APBN 2025, yang terbit pada 30 November 2024.

Rencana pembiayaan utang ini mencakup pinjaman sebesar Rp 133,3 triliun dan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 642,6 triliun.

Pinjaman tersebut terdiri dari Rp 5,2 triliun dari dalam negeri dan Rp 128,1 triliun dari luar negeri. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai berbagai proyek prioritas pemerintah.

Penerbitan SBN, termasuk Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)/Sukuk Negara, akan menjadi instrumen utama dalam pembiayaan utang.

Pemerintah juga berencana untuk mengalokasikan Rp 154,5 triliun untuk pembiayaan investasi pada 2025, serta Rp 5,44 triliun untuk pemberian pinjaman dan Rp 262 miliar untuk pembiayaan lainnya.

Seperti dikutip dari Kumparan, total pembiayaan utang pada 2025 diperkirakan melonjak hingga Rp 222,8 triliun, meningkat signifikan dibandingkan dengan outlook pembiayaan utang pada tahun 2024 yang diperkirakan sebesar Rp 553,1 triliun. (net/ra)