Peta Kekayaan Dunia 2025: AS Unggul, China dan India Menyusul

kaltimes.com
14 Jul 2025
Share

DI TENGAH dunia yang terus bergerak cepat, kekayaan tetap menjadi indikator paling mencolok dari kekuatan dan pengaruh. Tahun 2025 kembali menunjukkan bahwa sebagian besar kekayaan dunia masih berpusat di segelintir negara yang berhasil melahirkan para miliarder kelas dunia.

Miliarder atau billionaire adalah seseorang yang memiliki kekayaan bersih minimal US$1 miliar. Nilai ini dihitung dari total aset seperti saham, properti, dan bisnis, setelah dikurangi utang atau kewajiban lainnya. Definisi ini telah menjadi tolok ukur global yang digunakan oleh berbagai publikasi ternama seperti Forbes. Selain itu, tolok ukur ini juga  dijadikan dasar oleh CEOWorld Magazine dalam laporan terbarunya tentang daftar miliarder dunia tahun 2025.

Laporan CEOWorld Magazine 2025 menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih memegang rekor sebagai “ladang miliarder” terbesar di dunia. Sebanyak 902 miliarder berasal dari Negeri Paman Sam. Jumlah ini yang hampir dua kali lipat dari posisi kedua. Dominasi ini diperkuat oleh nama-nama besar seperti Jeff Bezos, Elon Musk, Mark Zuckerberg dan Warren Buffett. Mereka bukan hanya dikenal karena kekayaan fantastis, tetapi juga karena pengaruh mereka terhadap arah industri global, mulai dari teknologi, energi, hingga komunikasi.

Di posisi kedua, Tiongkok menyusul dengan 450 miliarder. Jack Ma dari Alibaba dan Zhang Yiming dari ByteDance (induk TikTok) menjadi dua contoh miliarder yang mewakili kekuatan inovasi teknologi asal Asia. Meskipun berada dalam iklim politik dan ekonomi yang berbeda dari Amerika, mereka berhasil menembus pasar global dan membangun ekosistem bisnis yang mendunia.

India menyusul di posisi ketiga dengan 205 miliarder. Nama seperti Mukesh Ambani menjadi sorotan utama. Dengan kekayaan lebih dari US$115 miliar, Ambani tak hanya menguasai sektor energi, tapi juga membangun jaringan telekomunikasi dan ritel yang merambah seluruh India. Perannya krusial dalam mempercepat transformasi digital di negara berpenduduk terbesar ketiga di dunia ini.

Sementara itu, negara-negara lain seperti Jerman (171 miliarder) dan Rusia (140 miliarder) masih bertahan di lima besar. Kanada (76), Italia (74), Hong Kong (66), Brasil (56) dan Inggris (55) juga masuk dalam daftar negara dengan jumlah miliarder terbanyak. Meskipun negara- negara ini skalanya tak sebesar tiga besar sebelumnya.

Meski daftar miliarder dunia didominasi oleh negara-negara maju, realitas ini membuka ruang diskusi mengenai di mana kekayaan bisa bertumbuh. Kekayaan tidak hanya berkembang di negara dengan ekonomi mapan, tetapi juga dapat muncul di mana saja selama tersedia akses, inovasi, dan dorongan untuk tumbuh. Di balik angka dan nama besar, terdapat ekosistem yang turut membentuk dan menopang kesuksesan para konglomerat ini, mulai dari pendidikan, dukungan kebijakan, hingga budaya inovasi.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin