Kaltimes.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan kekhawatirannya terkait langkah Israel yang mendistribusikan sekitar 120.000 senjata kepada warga sipil Israel.
Langkah ini dipandang sebagai potensi eskalasi kekerasan, terutama di kawasan yang tengah dilanda ketegangan dengan Palestina.
Menurut laporan yang dirilis pada 9 Oktober 2024, distribusi senjata ini berpotensi memperburuk situasi yang sudah tegang di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
PBB menekankan, adanya senjata api di tangan pemukim dapat memperburuk serangan terhadap warga Palestina, yang sudah mengalami kekerasan yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Juru bicara Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Jeremy Laurence, mengeluarkan pernyataan tentang distribusi senjata massal yang dimulai sejak 7 Oktober 2023, bersamaan dengan dimulainya serangan Israel di Gaza. Langkah ini memicu kekhawatiran internasional.
Sebelumnya, data yang dihimpun PBB menunjukkan bahwa lebih dari 1.350 serangan oleh pemukim Israel terjadi terhadap warga Palestina, dengan lebih dari 55 serangan menggunakan senjata api.
Peningkatan kekerasan ini turut mendorong kekhawatiran internasional, termasuk dari berbagai lembaga hak asasi manusia yang menyerukan penghentian kekerasan dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Kekhawatiran juga datang dari Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, yang menegaskan bahwa distribusi senjata kepada pemukim dapat mengancam stabilitas dan memperburuk eskalasi yang sudah terjadi di wilayah tersebut. (net/ra)