Kaltimes.com – Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan pengalamannya terkait penunjukan sebagai Menteri Agama di pemerintahan Prabowo Subianto.
Dalam sidang Tanwir Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (5/12), Nasaruddin mengungkapkan bahwa ia tidak merasa terbebani dengan jabatannya tersebut.
“Saya Menteri Agama sama sekali tidak ada beban, tidak ada partai di belakang saya, dan juga tidak ada organisasi di belakang saya. Jadi saya alhamdulillah bebas mengucapkan apa pun di Kementerian Agama,” jelas Nasaruddin kepada peserta sidang.
Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal ini mengaku tidak pernah menduga akan diangkat menjadi Menteri Agama.
Ia menambahkan bahwa sebelum penunjukan tersebut, dirinya tidak pernah berniat untuk mengejar jabatan tersebut.
“Saya nggak pernah mimpi akan menjadi Menteri Agama, juga nggak pernah ada manuver (untuk jadi menteri),” katanya.
Mengenai proses penunjukan, Nasaruddin mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira saat dipanggil Presiden Prabowo ke kediamannya di Kertanegara, Jakarta, ia hanya diminta untuk membacakan doa.
Namun, saat Prabowo menawarkan jabatan tersebut, Nasaruddin sempat menolaknya dengan alasan ada figur lain yang lebih tepat untuk posisi tersebut.
“Saya juga sampaikan saya bukan orang yang lebih tepat menjadi Menteri Agama,” ujarnya.
Meski sempat menolak, Nasaruddin akhirnya menerima amanah tersebut dan dilantik pada Oktober 2024.
Ia berkomitmen untuk membawa perubahan dengan paradigma yang berbeda dibandingkan dengan para politisi yang sebelumnya memimpin Kementerian Agama. (net/ra)