Militer Israel Bombardir Gaza, 25 Warga Palestina Tewas di Gaza Utara

kaltimes.com
4 Des 2024
Share
Militer Israel membombardir rumah-rumah di Gaza Utara. (Foto: Eyad Baba/AFP)

Kaltimes.com – Serangan udara militer Israel di Gaza menewaskan 25 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, di tengah berlanjutnya konflik yang semakin intens.

Serangan ini menargetkan kawasan pemukiman di Gaza utara, termasuk Jabalia, Beit Lahiya, dan Beit Hanoun, pada malam hari.

Warga setempat melaporkan bahwa pesawat nirawak (drone) digunakan untuk menjatuhkan bom yang menghancurkan rumah-rumah.

Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer Israel yang lebih luas, yang menurut warga Palestina bertujuan untuk memaksa mereka mengungsi atau meninggalkan wilayah Gaza utara.

Serangan ini semakin gencar seiring berlanjutnya konflik yang sudah berlangsung lebih dari setahun, setelah Israel menuding Hamas sebagai pelaku serangan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 250 orang disandera.

Menurut Reuters, korban tewas akibat serangan baru ini termasuk enam orang di kamp Nuseirat, tiga di Gaza City, dan dua anak yang terbunuh ketika sebuah rudal menghantam perkemahan di Khan Younis, Gaza selatan.

Serangan lain di Rafah juga menewaskan empat orang. Total korban tewas sejak akhir pekan mencapai 25 orang.

Israel mengklaim telah menewaskan ratusan anggota Hamas dalam serangan ini, yang merupakan bagian dari upaya mereka untuk menghancurkan kelompok militan tersebut.

Namun, agresi militer Israel yang berlanjut ini telah menyebabkan lebih dari 44.000 warga Palestina tewas, dengan banyak lainnya terluka atau terdampak oleh serangan.

Belakangan ini, Hamas dilaporkan mulai membuka peluang untuk membicarakan gencatan senjata, sebuah langkah yang juga diambil oleh Hizbullah di Lebanon beberapa hari lalu. (net/ra)