Menkomdigi Sebut Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital pada 2030

kaltimes.com
12 Des 2024
Share
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Foto: Fadhil Pramudya/kumparan)

Kaltimes.com – Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital pada tahun 2030.

Hal ini bertujuan untuk menguasai perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan.

Menurut Meutya, kebutuhan ini harus dipenuhi bersama-sama oleh kementerian, kampus, perusahaan swasta, dan pemerintah.

“Kita tidak bisa sendiri membiayai pelatihan khusus 9 juta talenta digital,” ujarnya.

Beberapa perusahaan teknologi global seperti AWS dan Microsoft telah berkomitmen untuk membantu Indonesia mencapai target ini.

AWS berencana melahirkan 800.000 hingga 900.000 talenta digital, sementara Microsoft akan melahirkan 1 juta talenta digital pada tahun ini.

Meutya menekankan pentingnya mencapai target ini karena keterlambatan akan membuat Indonesia tertinggal dari negara lain.

“Kita harus bekerja sama untuk mencapai target ini dan tidak boleh terlambat,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Meutya juga mengapresiasi Universitas Gadjah Mada yang telah bekerja sama membantu pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan talenta digital.

Ia berharap institusi pendidikan lainnya juga ikut berkontribusi aktif membantu melahirkan talenta-talenta digital di Indonesia. (net/ra)