AWAL 2025, Samarinda diterjang hujan deras hingga 140 mm, merendam kawasan seperti Bengkuring dan Jalan DI Panjaitan. Meski banjir masih datang, luas genangan mulai berkurang berkat upaya pemerintah.
Untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda, dilansir Antara News, Pemerintah Kota Samarinda mengintensifkan program pembersihan sungai dan normalisasi saluran air. Langkah ini meliputi pengangkatan sampah dan sedimentasi dari aliran sungai yang selama ini menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air. (Pemkot Samarinda galakkan bersih sungai untuk pengendalian banjir – ANTARA News Kalimantan Timur, Antara News, 2025)
Pemerintah juga melakukan pengerukan sungai dan memperbaiki sistem drainase agar air hujan bisa mengalir lebih lancar tanpa tergenang lama di pemukiman warga. Upaya ini adalah strategi jangka panjang yang menggabungkan perbaikan infrastruktur. Masyarakat juga dilibatkan untuk menjaga kebersihan sekitar sungai.
Dari segi dampak, banjir yang melanda Samarinda dalam beberapa tahun terakhir telah menimbulkan kerugian besar bagi warga. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kalimantan Timur, Pada tahun 2021, tercatat sekitar 1.708 jiwa terdampak banjir.
Untungnya pada tahun 2022 angka ini menurun menjadi 608 jiwa. Namun, pada 2023, banjir kembali meluas dengan jumlah korban mencapai 3.600 jiwa. Tahun 2024 menjadi yang paling berat, di mana korban terdampak membengkak hingga 5.899 jiwa. Data ini menunjukkan bahwa meski upaya penanganan terus berjalan, intensitas dan dampak banjir masih menjadi tantangan besar bagi kota ini.

Secara keseluruhan, pemerintah Samarinda terus berkomitmen untuk menekan risiko banjir melalui serangkaian program dan kolaborasi dengan masyarakat. Pengurangan luas genangan yang sudah dicapai menjadi bukti bahwa upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil. Namun, diperlukan kerja sama dan kesadaran kolektif agar kota bisa lebih siap menghadapi hujan ekstrem di masa depan dan melindungi warganya dari ancaman banjir.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin
Disklaimer: Data sebelumnya telah disajikan dalam berita https://kaltimes.com/di-balik-derasnya-hujan-samarinda-kembali-kalah-oleh-alam/