Kaltimes.com – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, H. Joni mengaku menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait infrastruktur dasar, khususnya masalah jalan, air bersih, dan listrik saat menggelar kegiatan reses di daerah pemilihnya yakni daerah pemilihan II Kutai Timur.
Permasalahan ini, kata Joni, seringkali juga muncul di berbagai daerah. Infrastruktur dasar, kata dia, selalu menjadi harapan utama masyarakat. Karena sesuai dengan hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di kecamatan yang menargetkan 50 persen Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk peningkatan infrastruktur.
Musrenbang ini bertujuan untuk menjaring informasi, membahas, dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan desa yang menjadi priorotas pembangunan di wilayah kecamatan.
“Usulan atau masalah yang sering kami terima berkaitan dengan infrastruktur dasar. Masalah jalan, air bersih, dan listrik menjadi yang paling umum,” ungkapnya.
Dia menjelaskan PLN telah melakukan upaya berkelanjutan untuk menyediakan listrik hingga ke daerah terpencil. Namun masih banyak warga yang belum terjangkau layanan PDAM. Joni menyebut bahwa pembangunan sumur bor menjadi solusi yang telah diambil oleh DPRD Kabupaten Kutai Timur.
“Alhamdulillah, PLN secara bertahap menyediakan Listrik untuk warga. Pembangunan sumur bor juga sudah dilakukan karena masih banyak warga yang belum terjangkau PDAM,” ucapnya.
Joni berharap kepada Pemerintah dapat segera merealisasikan harapan masyarakat dan memprioritaskan infrastruktur sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Pembuatan sumur bor dengan membuat lubang dalam tanah menggunakan alat bor. Proses pengeboran sumur harus mencapai laposan tanah atau akuifer.
Sumur bor memeiliki banyak kelebihan antara lain dapat bmenyediakan air dalam jumlah banyak dan berkelanjutan. Selain itu dapat mengehamat biaya Pembangunan dan perawatan dibandingkan dengan sumur galian. (Adv-DPRD/De)