Kaltimes.com – Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani, menggelar reses tahap II masa sidang III di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kantor Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Purwajaya, Adi Sucipto, jajaran perangkat desa, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta puluhan warga setempat yang antusias mengikuti dialog.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani membuka ruang diskusi langsung bersama masyarakat. Warga Desa Purwajaya menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari kebutuhan peningkatan infrastruktur dasar, perbaikan fasilitas umum, dukungan di sektor pendidikan dan kesehatan, hingga persiapan menghadapi dampak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang semakin dekat.
Ahmad Yani menegaskan bahwa seluruh masukan masyarakat akan diperhatikan dan dijadikan bahan penyusunan program pemerintah daerah tahun 2026 dan tahun-tahun berikutnya.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami catat dan perjuangkan dalam penyusunan program kerja ke depan,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan adanya keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah. Defisit anggaran Kukar pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp955 miliar, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada pengurangan bahkan penghapusan sejumlah program dalam APBD Perubahan.
“Kalau dipaksakan, maka kegiatan itu tidak bisa dibayarkan oleh pemerintah. Jadi masyarakat harus memahami kondisi ini,” tegas Ahmad Yani.
Meski menghadapi tantangan fiskal, Ahmad Yani tetap optimistis bahwa langkah-langkah strategis bisa diambil untuk menjaga kesinambungan pembangunan, terutama bagi daerah penyangga IKN seperti Desa Purwajaya. Ia menilai desa tersebut memiliki posisi yang sangat strategis dan perlu mendapat perhatian khusus.
“Dengan posisi saya sebagai unsur pimpinan DPRD Kukar saat ini, tentu harapannya akan lebih banyak program yang bisa diserap dan direalisasikan untuk Desa Purwajaya,” tambahnya.
Reses ini menjadi momentum penting bagi Ahmad Yani untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menegaskan komitmen DPRD dalam memperjuangkan kepentingan rakyat meski dalam keterbatasan anggaran.(adv)