Kerjasama Strategis Kukar–Lombok Timur Kembangkan Peternakan Sapi Berkelanjutan

kaltimes.com
17 Jun 2025
Share
Kerjasama Strategis Kukar–Lombok Timur Kembangkan Peternakan Sapi Berkelanjutan

Kaltimes.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melangkah mantap memperkuat diversifikasi ekonomi daerah dengan melepas ketergantungan pada sektor ekstraktif yang tak terbarukan. Langkah terkini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengenai Pengembangan Peternakan Sapi.

Penandatanganan tersebut berlangsung saat kunjungan kerja Bupati Kukar, Edi Damansyah, di Kantor Bupati Lombok Timur pada Senin, 16 Juni 2025. Rombongan Kukar—termasuk Sekda Kukar Dr. H. Sunggono serta Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan H. Muhammad Taufik—disambut langsung oleh Bupati Lombok Timur, Khaerul Warisi.

MoU ini dijadikan fondasi penting dalam mewujudkan kolaborasi jangka panjang bagi kedua wilayah untuk memperkuat rantai pasok bibit sapi dan transfer pengetahuan kesejahteraan ternak. Bupati Edi Damansyah menegaskan alasan strategis di balik kesepakatan ini.

“Kami menyadari bahwa 48 persen struktur ekonomi Kukar masih ditopang oleh sektor ekstraktif yang tidak terbarukan, seperti minyak dan batu bara. Karena itu, kami tengah bertransformasi menuju sektor ekonomi yang berkelanjutan, salah satunya melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan,” jelas Edi usai penandatanganan.

Pernyataan tersebut menyoroti urgensi reformasi ekonomi Kukar dan pentingnya sektor peternakan dalam menciptakan nilai tambah baru. Tidak sekadar soal suplai bibit, Kukar berambisi memperkuat sumber daya manusia (SDM) peternakan.

“Kami ingin belajar dari Lombok Timur, bagaimana kebijakan dan sistem peternakan mereka bisa berjalan efektif. Termasuk peran serta stakeholder dan keterlibatan peternaknya,” ungkapnya.

Kukar berencana mengundang peternak sukses Lombok Timur memberi pelatihan insentif di Tenggarong sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi lokal. Di sisi lain, Lombok Timur menegaskan kesiapan memenuhi kebutuhan bibit berkualitas.

“Kami siap memenuhi kebutuhan kuota bibit sapi. Apalagi peternak kami banyak yang memelihara sapi betina, dan alhamdulillah bibit-bibit kami juga sehat serta terbebas dari penyakit menular seperti PMK,” ungkap Bupati Khaerul Warisi.

Kelebihan populasi sapi betina di Lombok Timur menjadikan wilayah ini pemasok ideal bagi Kukar—khususnya untuk program pengembangan indukan unggul dan peremajaan genetik ternak.

Pada hari kedua lawatan, delegasi Kukar meninjau sentra peternakan di Sembalun, lereng Gunung Rinjani. Observasi lapangan ini penting guna mempelajari praktik terbaik—mulai dari feeding management, sanitasi kandang, hingga strategi reproduksi—yang telah membuat peternakan Lombok Timur diakui nasional.

Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan tiga dampak utama. Pertama, menstimulasi investasi peternakan di Kukar melalui pemanfaatan lahan potensial non-tambang. Kedua, memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani dengan menyediakan pasokan sapi bakalan. Ketiga, memperluas jejaring pemasaran lintas daerah, sehingga memperbesar peluang ekspor daging sapi berkualitas.

Dengan payung MoU yang solid, Kukar dan Lombok Timur optimistis membangun roadmap peternakan sapi berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat kedua kabupaten. (adv)