Kementerian Kebudayaan Akan Ajukan Tiga Warisan Budaya Tak Benda ke UNESCO

kaltimes.com
25 Nov 2024
Share
Salah satu Budaya Indonesia, Reog Ponorogo. (Foto: Prokopim Ponorogo for TIMES Indonesia)

Kaltimes.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon membuka Indonesia Intangible Cultural Heritage (ICH) Festival 2024 di Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta, pada Sabtu malam (23/11/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon mengungkapkan bahwa Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan segera mengajukan tiga warisan budaya tak benda Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dari UNESCO.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat, sekitar 1-2 minggu lagi, kita akan mengajukan tiga warisan budaya tak benda, yaitu Reog Ponorogo, Kebaya, dan Kolintang,” ujarnya.

Fadli Zon juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki 13 warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO, seperti wayang, pantun, Tari Bali, Noken, Batik, Gamelan, Angklung, dan Jamu.

Dengan penambahan tiga warisan budaya yang akan diajukan ini, jumlahnya akan meningkat menjadi 16.

Mengakui pentingnya pengakuan budaya internasional, Fadli Zon menegaskan bahwa meskipun Indonesia telah diakui oleh dunia, jumlah warisan budaya yang diakui masih terbilang sedikit jika dibandingkan dengan kekayaan budaya Indonesia yang melimpah.

Saat ini, tercatat 228 cagar budaya peringkat nasional dan 2.213 warisan budaya tak benda yang diakui di tingkat nasional.

Fadli Zon juga menyatakan rasa syukurnya karena Indonesia, setelah 79 tahun merdeka, kini memiliki Kementerian Kebudayaan yang berdiri secara independen.

Pengakuan UNESCO ini, menurutnya, akan memperkuat identitas bangsa, melestarikan keragaman budaya, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan yang baik.

“Indonesia harus menjadi ibu kota kebudayaan dunia di masa depan,” tandasnya. (net/ra)