Kaltimes.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) baru-baru ini mengungkapkan data terkait penyakit infeksi menular seksual (IMS) di Indonesia, dengan sifilis dan HIV sebagai dua penyakit utama yang mencatatkan jumlah kasus signifikan pada tahun 2024.
Berdasarkan data yang dirilis, sifilis kategori dini menjadi yang paling banyak ditemukan, dengan total 8.984 kasus tercatat pada periode Januari hingga September 2024.
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum ini menular melalui hubungan seksual dan memiliki berbagai tingkatan, mulai dari sifilis primer yang ditandai dengan luka pada area infeksi, hingga sifilis sekunder.
Namun yang mengkhawatirkan, data menunjukkan ada kasus sifilis pada usia 15-19 tahun, bahkan pada anak di bawah 15 tahun.
“216 anak (di bawah 15 tahun) terinfeksi sifilis,” kata Aji Muhawarman, Kabiro Humas Kemenkes.
Selain sifilis, Kemenkes juga melaporkan perkembangan kasus HIV yang cenderung fluktuatif.
Dalam kurun waktu 2015 hingga 2024, angka kasus HIV menunjukkan kenaikan tajam pada 2023, yang mencapai 6.141.136 kasus.
Sementara itu, pada periode Januari-September 2024, tercatat 5.007.340 kasus HIV.
Kemenkes terus memantau tren penyakit IMS ini dan mendorong masyarakat untuk lebih waspada serta menjaga kesehatan seksual. (net/ra)