Kalimantan Timur Masuk 5 Besar Perpustakaan Terbaik, tapi Benteng Ilmu Kebanjiran

kaltimes.com
17 Mei 2025
Share

DI TENGAH peringatan Hari Buku Nasional setiap 17 Mei yang seharusnya menjadi momentum perayaan literasi, kabar pilu justru datang dari Samarinda. Derasnya air tak hanya melumpuhkan jalan dan rumah, tapi juga merendam pusat pengetahuan perpustakaan.

Buku-buku harus diselamatkan dari air yang merangkak naik ke ruang layanan. Banjir tak hanya merusak fisik, tapi juga mengancam ilmu. Ini pengingat pahit saat bencana datang, pengetahuan pun bisa ikut tenggelam.

Banjir bermula dari hujan deras yang mengguyur Samarinda dan wilayah sekitarnya sejak Senin dini hari, 12 Mei 2025. Hujan ekstrem sejak pukul 04.00 hingga 12.00 Wita mengubah jalan utama menjadi aliran sungai.

Genangan setinggi 10 sentimeter merendam lantai dasar Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kaltim akibat hujan lebat dan luapan anak Sungai Karang Mumus. Petugas segera menyelamatkan buku dari rak bawah ke tempat lebih aman. Meski koleksi utama di lantai atas selamat, layanan terganggu dan akses pelajar terhadap sumber belajar ikut terdampak. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah menyoroti pentingnya sistem perlindungan yang lebih baik bagi fasilitas budaya seperti yang dilansir oleh Antara News. (Perpustakaan Kaltim tergenang banjir koleksi literatur diamankan – ANTARA News Kalimantan Timur, Antara News Kaltim, 2025)

Ironisnya, perpustakaan yang terdampak ini bukan sembarang fasilitas umum. Gedung tersebut merupakan satu dari banyaknya perpustakaan daerah di Kalimantan Timur yang telah mengantongi akreditasi A. Tingkat ini tertinggi dalam penilaian mutu layanan perpustakaan di Indonesia. Akreditasi ini menandakan pencapaian dalam hal koleksi, layanan, SDM dan manajemen kelembagaan. Gangguan layanan di institusi ini bukan sekadar masalah lokal, tapi juga hilangnya simbol kemajuan literasi daerah.

Kalimantan Timur berhasil menembus lima besar provinsi dengan jumlah perpustakaan terakreditasi A terbanyak di Indonesia pada 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), posisi teratas ditempati Jawa Tengah dengan 34 perpustakaan, disusul Jawa Timur (21) dan DI Yogyakarta (16), yang sejak lama dikenal sebagai kota pelajar. Jawa Barat menyusul di peringkat keempat dengan 10 perpustakaan terakreditasi A. Angka ini sama dengan Kalimantan Timur.

Menariknya, Jawa Barat memiliki Bandung, salah satu kota pelajar terbesar di Indonesia. Namun dalam hal kualitas layanan perpustakaan, Kalimantan Timur mampu sejajar. 

Capaian ini membuktikan semangat literasi Bumi Etam tetap menyala, meski jauh dari pusat pendidikan Jawa. Maka, ketika banjir melumpuhkan perpustakaan unggulan di Samarinda, yang terancam bukan hanya koleksi buku, tetapi juga simbol kemajuan dan daya juang literasi daerah.

Di Hari Buku Nasional, Kalimantan Timur patut bangga masuk lima besar provinsi dengan perpustakaan terakreditasi A terbanyak. Namun, banjir di Samarinda mengancam bukan hanya buku, tapi juga semangat literasi dan kemajuan daerah. Kejadian ini jadi pengingat pentingnya perlindungan serius bagi perpustakaan sebagai benteng ilmu dan budaya.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin