Kaltimes.com – Disdikbud Pemkab Kukar menggelar fasilitasi pendampingan pendidikan program guru penggerak tingkat SD, ini merupakan komitmen Disdikbud Kukar untuk meningkatkan jumlah guru penggerak di wilayah Kukar yang digelar selama empat hari 9-12 Oktober 2023 di Ballroom Hotel Grand Fatma Tenggarong.
“Dasar pelaksanaan kegiatan sudah sangat jelas, UU tentang Pendidikan Nasional dan UU tentang guru serta regulasi pendukung lainnya,” kata Sub Koordinator Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan SD, Bahruddin, Senin 9 Oktober 2023.
Sebanyak 167 guru yang tersebar di 18 kecamatan hadir dalam kegiatan ini. Dengan narasumber dari Balai Guru Penggerak (BGP) Kaltim.
Mewakili Kadisdikbud Kukar, Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan, Joko Sampurno menekankan menjadi guru penggerak, harus didasari kesadaran diri ingin meningkatkan kualitas dan kapasitas diri sebagai guru.
“Jangan hanya berharap bisa diangkat jadi Kepsek, tapi menjadi pemimpin pembejaran di sekolah. Kepsek hanya salah satu dampak saja,” sebut Joko.
Joko menyinggung, jumlah guru penggerak di Kukar masih minim, dari total guru SD se Kukar yang mencapai 5000 orang, baru sekitar hampir 150 orang guru penggerak. Minimnya jumlah guru penggerak tersebut dikarenakan pelatihan guru penggerak cukup lama, sekitar 6 bulan dari semula sekitar 9 bulan.
Joko memastikan, Pemkab Kukar memberikan apresiasi kepada guru penggerak, dengan dibuktikan, pembagian laptop. Jika ada guru penggerak yang belum dapat, maka hal itu sedang proses pengusulan untuk diberi laptop.
“Bahkan, Pemkab berencana memberikan insentif khusus bagi guru penggerak,” sebutnya.
Dirinya meminta kepada peserta yang hadir, untuk konsentrasi mengikuti acara sampai selesai, selain materinya sangat bermanfaat, bagi peserta yang dari kecamatan. Semua peserta difasilitasi secara penuh oleh Disdikbud.
“Nantinya, jangan lupa, untuk daftar mengikuti pelatihan guru penggerak angkatan 11, yang saat ini sudah dibuka pendaftarannya,” pungkasnya. (Hms/ADV)