Kaltimes.com – Militer Israel mengumumkan jam malam di lima kota Suriah pada Minggu (8/12), setelah muncul laporan bahwa Presiden Bashar al-Assad melarikan diri dari negaranya.
Tindakan ini diambil setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan pasukan Israel untuk menguasai zona penyangga demiliterisasi yang terletak di Dataran Tinggi Golan, yang berbatasan langsung dengan wilayah yang dikuasai Israel.
Juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Avichay Adraee, menyarankan agar penduduk di wilayah tersebut tetap tinggal di rumah demi keamanan, hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Keputusan tersebut muncul setelah kekacauan politik di Suriah setelah kejatuhan Assad, yang memicu langkah-langkah pengamanan dari Israel, seperti yang dilaporkan oleh AFP.
Sementara itu, serangan udara Israel menargetkan kompleks keamanan di Damaskus, beberapa jam setelah pemberontak menyerbu ibu kota Suriah.
Menurut Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris, serangan tersebut menghantam beberapa gedung yang sebelumnya dikuasai oleh rezim Assad, termasuk markas intelijen dan militer.
Selain itu, militer Israel juga menerobos perbatasan Suriah untuk pertama kalinya sejak 1974.
Tindakan ini, yang dilaporkan oleh Al Jazeera, bertujuan untuk mencegah pasukan atau warga sipil Suriah mendekati posisi-posisi Israel di Dataran Tinggi Golan, wilayah yang masih menjadi sengketa antara kedua negara tersebut. (net/ra)