Israel Serang Markas Intelijen Hezbollah di Beirut, Situasi Semakin Memanas

kaltimes.com
3 Okt 2024
Share
Beirut Selatan, Lebanon, Kamis (3/10/2024). (Foto: Fadel ITANI / AFP)
Beirut Selatan, Lebanon, Kamis (3/10/2024). (Foto: Fadel ITANI / AFP)

Kaltimes.co.id – Israel kembali meningkatkan serangan terhadap Hezbollah dengan melancarkan serangan udara ke markas intelijen kelompok tersebut di Beirut, Lebanon, pada hari Kamis. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah utara, di mana Israel telah mengerahkan pasukan untuk melakukan operasi darat di wilayah selatan Lebanon, yang dikenal sebagai basis kekuatan Hezbollah​

Dalam beberapa hari terakhir, serangan Israel telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas di Lebanon, menurut laporan dari kementerian kesehatan setempat. Situasi kemanusiaan di Lebanon semakin memburuk, dengan ratusan ribu orang terpaksa mengungsi akibat serangan yang terus-menerus. Pemerintah Israel telah meminta penduduk di lebih dari 20 desa, termasuk kota Nabatiyeh, untuk segera mengungsi demi keselamatan mereka, dengan arahan untuk bergerak ke utara Sungai Awali​

Serangan ini merupakan bagian dari upaya Israel untuk mengamankan perbatasan utara, menyusul serangan oleh Hamas yang dimulai pada 7 Oktober lalu. Sejak itu, Israel berupaya menetralkan ancaman yang ditimbulkan oleh Hezbollah, yang telah terlibat dalam beberapa insiden penembakan dan serangan roket ke wilayah Israel​

Sumber dari militer Israel mengungkapkan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 200 target yang terkait dengan Hezbollah di seluruh wilayah Lebanon. Dalam pertempuran yang berlangsung di Bint Jbeil, sebuah area yang sudah pernah dilanda perang sebelumnya, setidaknya 15 pejuang Hezbollah dilaporkan tewas

Krisis ini semakin rumit oleh dukungan Iran kepada Hezbollah, yang mengancam akan meningkatkan responsnya jika serangan Israel terus berlanjut. Dalam konteks ini, Presiden AS Joe Biden telah menyatakan bahwa kemungkinan serangan terhadap fasilitas minyak Iran juga sedang didiskusikan, menambah ketegangan di kawasan tersebut dan berpotensi mempengaruhi pasar minyak global​

Dengan situasi yang semakin tidak menentu, baik Israel maupun Lebanon menghadapi tantangan besar dalam meredakan konflik yang berkepanjangan ini. Sementara itu, upaya internasional untuk mencapai gencatan senjata tampak semakin sulit, mengingat eskalasi serangan yang terjadi di kedua belah pihak. (net/ra)