Institusi Bisnis Paling Dipercaya, Media dan Pemerintah Rapor Merah

kaltimes.com
7 Okt 2025
Share

DINDING-DINDING ruang rapat terasa rapuh. Janji-janji pejabat seringkali pudar di tengah sorotan publik. Kepercayaan adalah mata uang paling langka di era informasi yang penuh keraguan ini.

Kepercayaan publik merupakan aspek krusial bagi setiap institusi. Institusi harus mempertahankan legitimasinya untuk menarik konsumen dan investor. Oleh karena itu, setiap institusi, baik milik negara maupun swasta, perlu menjaga reputasi dan kepercayaan publik.

Bisnis Dianggap Kompeten, LSM Dianggap Etis

Salah satu perusahaan public relations terbesar di dunia, Edelman, merilis Edelman Trust Barometer. Survei global tahunan ini mengukur kepercayaan publik terhadap empat institusi utama: bisnis, pemerintah, media, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Survei pada akhir tahun 2024 ini melibatkan lebih dari 33.000 responden di 28 negara. Edelman mengelompokkan skor menjadi tiga kategori:
Tidak percaya (1 persen–49 persen)
Netral (50 persen–59 persen)
Percaya (60 persen–100 persen)

Berdasarkan data tersebut, institusi bisnis dan LSM menempati urutan teratas karena publik melihat keduanya memiliki kapasitas dan etika untuk bertindak cepat. Institusi bisnis meraih skor tertinggi 62 persen, menjadikannya satu-satunya institusi dalam kategori ‘percaya’.

Publik memandang bisnis kompeten dan efisien dalam menyelesaikan masalah praktis. Bisnis dianggap mampu memberikan inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan mengatasi tantangan sosial. Selain itu, keterlibatan aktif perusahaan dalam isu lingkungan dan sosial meningkatkan reputasi mereka.

Di urutan kedua, LSM memperoleh skor 58 persen, menempatkannya pada posisi ‘netral’ teratas. Publik memandang LSM didorong oleh moralitas dan kepedulian. LSM bekerja tanpa agenda politik atau kepentingan finansial besar, sehingga dianggap lebih etis.

Kepercayaan publik ini muncul karena LSM fokus pada isu kemanusiaan dan berbicara atas nama masyarakat rentan. Faktor ini menjadikan LSM lebih kredibel daripada pemerintah dan media yang sering dinilai sarat kepentingan tertentu.

Pemerintah dan Media di Zona Netral

Pemerintah, sebagai pemangku kepentingan utama yang mewakili aspirasi rakyat, justru berada di posisi ketiga. Tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah pada tahun 2025 hanya mencapai 52 persen.

Berada di posisi yang sama dengan pemerintah, media menjadi institusi yang paling tidak dipercaya publik. Media memiliki skor yang sama, hanya mencapai 52 persen. Skor ini menunjukkan publik masih skeptis dengan kredibilitas sebagian media dalam menyampaikan informasi.

Tingkat kepercayaan publik global ini menunjukkan tantangan besar bagi elite politik dan jurnalis. Ketika pemerintah dan media berada di zona netral, legitimasi kedua institusi ini terancam. Institusi bisnis mengambil alih peran sebagai pihak yang paling dipercaya menyelesaikan masalah sosial. Bisnis dianggap lebih kompeten, etis, dan transparan daripada pemerintah.

Tanggung jawab untuk membangun kembali kredibilitas ada pada empat pilar ini. Khususnya, pemerintah dan media harus bekerja keras untuk meyakinkan publik. Hanya dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi, kepercayaan yang hilang dapat kembali.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin