TIDAK semua kebiasaan turun-temurun bisa bertahan di tengah zaman yang cepat berubah. Namun, soal berdoa, masyarakat Indonesia tampaknya tetap teguh.
Survei global bertajuk 2024 Global Attitude Survey yang dilakukan Pew Research Center mengungkap kebiasaan berdoa di berbagai negara. Survei ini dilakukan pada awal hingga pertengahan 2024 dengan jumlah responden berkisar 900 hingga lebih dari 3.000 orang per negara. Di Indonesia, survei ini melibatkan 937 responden, dengan metode wawancara langsung maupun via telepon.
Hasilnya, Indonesia tercatat sebagai negara paling rajin berdoa di dunia. Sebanyak 95 persen responden di Indonesia mengaku berdoa minimal sekali sehari. Hanya 5 persen yang mengaku berdoa sesekali saja.
Di bawah Indonesia, Kenya dan Nigeria menyusul dengan tingkat 86 persen. Malaysia dan Filipina juga masuk lima besar dengan angka masing-masing 80 persen dan 79 persen. Sementara negara-negara seperti Brasil (76 persen), Bangladesh (75 persen), Ghana (73 persen), Sri Lanka (72 persen), India dan Kolombia (71 persen) juga menunjukkan kebiasaan doa harian yang tinggi.

Kuatnya tradisi religius bisa jadi alasan utama mengapa warga Indonesia rajin berdoa. Mayoritas penduduk Indonesia tumbuh dalam lingkungan keluarga dan masyarakat yang menjadikan agama sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Selain itu, pendidikan agama di sekolah, budaya gotong royong yang sarat nilai spiritual, serta tingginya partisipasi dalam kegiatan keagamaan turut memperkuat kebiasaan ini. Dalam konteks sosial, doa juga menjadi bentuk harapan, pelarian dari tekanan hidup, dan simbol kedekatan dengan Tuhan dalam situasi sulit.
Temuan ini menunjukkan kebiasaan spiritual seperti doa harian masih menjadi bagian penting dari kehidupan banyak orang. Terutama padanegara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang konsisten menempatkan spiritualitas sebagai bagian dari rutinitas hidup.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin