Harga Minyak, Batu Bara, dan Timah Anjlok, Pengaruh Faktor Eksternal

kaltimes.com
9 Des 2024
Share
Ilustrasi Pertambangan Batu Bara. (Foto: JP/Indra Harsaputra)

Kaltimes.com – Pada penutupan perdagangan Jumat (6/12), harga minyak mentah turun, dipengaruhi oleh prediksi surplus pasokan tahun depan meskipun OPEC+ menunda kenaikan produksi dan memperpanjang pemangkasan produksi besar hingga akhir 2026.

Harga minyak Brent tercatat turun 1,4 persen menjadi USD 71,12 per barel, sementara WTI turun 1,6 persen menjadi USD 67,20 per barel.

Harga batu bara juga mengalami penurunan sebesar 1,04 persen, mencapai USD 132,60 per ton.

Pasokan batu bara yang melimpah di China dan peningkatan pembangkitan listrik tenaga air di Yunnan menjadi faktor utama dalam penurunan ini.

Meskipun demikian, permintaan tetap tinggi, dengan impor batu bara China naik 13 persen dari tahun lalu.

Harga minyak kelapa sawit (CPO) sedikit turun sebesar 0,12 persen menjadi MYR 5.132 per ton, dipengaruhi oleh ekspor yang lemah pada November dan kekhawatiran tentang permintaan yang lebih rendah menjelang Tahun Baru Imlek dan Ramadan.

Sementara itu, harga nikel naik sebesar 0,32 persen, mencapai USD 16.013 per ton, didorong oleh kebijakan pertambangan yang lebih ketat di Indonesia, produsen nikel terbesar di dunia.

Ini, bersama dengan lonjakan impor bijih nikel ke Indonesia, menyebabkan kekhawatiran atas pasokan nikel global.

Harga timah stagnan, dengan penurunan tipis sebesar 0,05 persen menjadi USD 29.151 per ton.

Meskipun pasokan terbatas, terutama di Myanmar, prospek permintaan yang lemah dari China memengaruhi pergerakan harga timah. (net/ra)