Fokus Pembangunan Harus Menyentuh Perkampungan di Berau

kaltimes.com
20 Nov 2024
Share
anggota DPRD Kabupaten Berau Sujarwo Arif Widodo.

Kaltimes.com – Pemerintah Daerah diminta untuk lebih memperhatikan pembangunan infrastruktur dasar di perkampungan, terutama di wilayah-wilayah yang masih tertinggal.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo mengingat pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Berau, yang dikenal sebagai Bumi Batiwakkal.

Menurut Sujarwo, pembangunan yang terlalu terpusat di perkotaan dapat menciptakan ketimpangan, sehingga anggaran sebaiknya difokuskan pada daerah perkampungan yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur jalan.

“Kalau jalan yang sudah bagus, jangan diganti beton lagi. Sebaiknya anggaran dialihkan ke wilayah perkampungan karena masih banyak jalan yang belum ditingkatkan. Itu lebih bermanfaat,” tegasnya.

Politikus dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini menilai bahwa perbaikan jalan di perkotaan yang sudah berkondisi baik hanya akan menghamburkan anggaran.

Sebaliknya, masyarakat di kampung-kampung masih membutuhkan perhatian lebih agar akses mereka ke pusat kota menjadi lebih mudah.

“Jika pembangunan terus difokuskan di perkotaan, tentu ada rasa iri yang dirasakan oleh warga di perkampungan. Padahal mereka juga memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas yang memadai,” ujarnya.

Sujarwo mengingatkan, infrastruktur yang merata sangat diperlukan agar tidak ada kesenjangan antara masyarakat kota dan kampung.

Ia mencontohkan bahwa banyak kampung di kecamatan-kecamatan terjauh yang bahkan masih memiliki jalan rusak dan sulit dilalui.

“Warga di perkampungan saat ini juga memiliki harapan besar agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan mereka. Peningkatan infrastruktur harus dilakukan secara merata,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sujarwo menyampaikan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan fasilitas transportasi yang memadai, tetapi juga sarana penunjang lainnya.

Pemerintah, menurutnya, harus lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran agar kebutuhan dasar masyarakat di kampung terpenuhi.

“Masyarakat berharap pemerataan dapat lebih maksimal. Tidak hanya bagi warga Tanjung Redeb dan sekitarnya, tetapi juga di daerah-daerah pelosok yang sering terabaikan,” tutup Sujarwo.

Ia menegaskan bahwa pemerataan infrastruktur bukan hanya tuntutan masyarakat, tetapi juga tanggung jawab pemerintah untuk memastikan semua warga Berau merasakan manfaat pembangunan. (Adv/tim)