Festival Ketupat 2025: Ikhtiar Menjadikan Samarinda Seberang Destinasi Wisata Budaya

kaltimes.com
22 Mei 2025
Share

SAMARINDA Seberang tak hanya menyimpan sejarah, tapi juga potensi besar yang selama ini luput dari perhatian. Festival Ketupat 2025 jadi momentum membangkitkan kembali Samarinda Seberang dengan semangat baru. Budaya dihidupkan, UMKM diberdayakan, dan warga dipersatukan dalam suasana meriah.

Festival ini resmi dibuka oleh Pemerintah Kota Samarinda pada Jumat (16/5/2025) di Kampung Ketupat. Dilansir dari RRI.com, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Samarinda, Muslimin, menegaskan bahwa acara ini langkah awal transformasi kawasan menjadi destinasi wisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Ia mengakui bahwa selama ini kawasan Samarinda Seberang kurang mendapat sorotan, meski cukup sering dikunjungi. Tahun ini, semua pemangku kepentingan dilibatkan agar Kampung Ketupat semakin dikenal dan potensinya sebagai destinasi wisata bisa dikembangkan.(RRI.co.id – Festival Budaya Kampung Ketupat Samarinda Seberang, RRI, 2025)

Festival Ketupat 2025 juga tampil lebih segar dengan berbagai inovasi. Mulai dari lomba fotografi, desain ulang logo Kampung Ketupat, hingga pemanfaatan limbah daun nipah menjadi produk kreatif bernilai jual. 

Jumlah pelaku usaha lokal yang terlibat juga meningkat signifikan. Tahun ini, jumlah tenda UMKM bertambah dari delapan menjadi dua belas unit, dengan total lebih dari 70 pelaku usaha mikro ikut ambil bagian. Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi, menyebut festival ini sebagai wadah untuk menyerap aspirasi dan terus berkembang dari tahun ke tahun seperti dilansir dari sumber yang sama.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada malam hari dengan visual Sungai Mahakam sebagai latar utama. Penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur, termasuk area parkir, menjadi perhatian serius ke depan. Dengan dukungan berbagai pihak, Festival Ketupat tak hanya menjadi perayaan tahunan, tapi juga tonggak awal kebangkitan Samarinda Seberang sebagai ruang budaya dan ekonomi rakyat.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin