Kaltimes.com – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan alasan di balik pengangkatan Mochamad Iriawan, atau yang lebih dikenal sebagai Iwan Bule, sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).
Erick menyebutkan bahwa latar belakang Iwan Bule sebagai purnawirawan Jenderal Polri sangat penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap keputusan yang diambil oleh perusahaan.
Terutama dalam mencegah potensi kebocoran dalam penyaluran energi.
“Ini semua tentang bagaimana kita mengawasi kebocoran,” ujar Erick saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (4/11/2024).
Dia menambahkan bahwa pengawasan ini sejalan dengan keinginan pemerintah untuk mendorong subsidi energi yang lebih tepat sasaran.
Dengan demikian, diharapkan penghitungan kompensasi dan subsidi energi dapat dilakukan dengan lebih akurat.
Erick juga menjelaskan bahwa peran Iwan Bule dalam pengawasan di Pertamina akan diperkuat oleh Condro Kirono, purnawirawan Jenderal Polri lainnya yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen Pertamina.
“Kami berharap dengan adanya perwakilan ini, pengawasan terhadap keborosan yang terjadi selama ini dapat lebih ditingkatkan,” tambahnya.
Dia menekankan bahwa masalah yang ada bukanlah hasil dari korupsi, melainkan kesulitan dalam sinkronisasi data.
Iwan Bule diangkat sebagai Komisaris Utama Pertamina berdasarkan Keputusan Menteri BUMN melalui RUPS PT Pertamina (Persero) dengan SK-258/MBU/11/2024 pada 4 November 2024.
Lulusan Akademi Kepolisian tahun 1984 ini memiliki karir cemerlang, mulai dari menjabat sebagai Kapolres Tegal pada 2001 hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2008.
Pada tahun 2016, dia menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan kemudian ditugaskan sebagai Asops Kapolri pada 2017.
Sebelum pensiun, Iwan Bule terakhir kali menjabat sebagai Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional pada 2018.
Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PSSI pada 2019, di mana dia dianggap bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan pada 2022. (net/ra)