Kaltimes.com – Insiden mengejutkan terjadi di Israel ketika dua drone yang diduga berasal dari Lebanon berhasil masuk dan menyebabkan kerusakan pada sebuah bangunan di Herzliya.
Militer Israel mengaktifkan sirene tanda bahaya sebagai respons terhadap situasi ini.
Angkatan Pertahanan Israel (IDF) menjelaskan bahwa setelah sirene diaktifkan di wilayah Israel tengah, dua UAV diidentifikasi melintasi wilayah Lebanon.
“Pesawat-pesawat itu dipantau saat mereka melintasi perbatasan,” ungkap IDF dikutip dari Al Arabiya.
Salah satu drone berhasil dicegat oleh Angkatan Udara Israel, namun kerusakan pada bangunan terjadi sebelum itu. Meskipun insiden ini menimbulkan kerusakan, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Sekitar 20 menit setelah peringatan pertama kali diaktifkan, IDF menyatakan bahwa insiden tersebut telah berakhir.
Serangan ini terjadi pada saat peringatan Yom Kippur, hari suci yang biasanya diwarnai oleh ketenangan, menambah kekhawatiran di kalangan warga mengenai potensi serangan lebih lanjut.
Sebelumnya pada Jumat malam, sirene serangan udara juga diaktifkan di puluhan wilayah di barat laut Israel setelah puluhan proyektil ditembakkan dari Lebanon, menunjukkan meningkatnya ketegangan di perbatasan. (net/ra)