Kaltimes.com – DPRD Kota Samarinda menegaskan bahwa pembentukan Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) akan menjadi tahapan lanjutan setelah Peraturan Daerah (Perda) Penataan dan Pengembangan Ekraf resmi diberlakukan. Komite ini diproyeksikan sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku usaha kreatif agar implementasi perda berjalan nyata di lapangan.
Kamaruddin, Ketua Bapemperda DPRD Samarinda, menjelaskan bahwa perda yang sedang difinalkan hanya menjadi pijakan dasar. Setelah perda sah, pemerintah kota perlu menyiapkan perangkat turunan yang mengatur skema kerja teknis, termasuk pembentukan komite ekraf sebagai motor koordinasi pengembangan subsektor kreatif di Samarinda.
Menurut DPRD, keberadaan komite ekraf penting karena sektor kreatif terdiri dari banyak subsektor dengan karakter yang berbeda-beda. Tanpa wadah koordinatif, program pembinaan berisiko berjalan terpisah-pisah, tidak terarah, atau hanya bersifat event tahunan. Komite ekraf diharapkan dapat menyatukan kebutuhan pelaku dengan program lintas OPD supaya lebih tepat sasaran.
Kamaruddin juga menilai komite ekraf akan berperan dalam mendorong penyusunan peta jalan (roadmap) ekonomi kreatif daerah. Roadmap ini dibutuhkan agar dukungan pemerintah tidak berjalan sporadis, tetapi punya target, prioritas subsektor, serta tahapan pengembangan yang jelas dari tahun ke tahun.
Selain itu, komite ekraf diproyeksikan menjadi ruang advokasi dan penguatan ekosistem, termasuk membantu pelaku ekraf memperoleh akses fasilitasi, pelatihan, insentif, promosi, hingga perlindungan usaha dan karya kreatif. Dengan adanya komite, komunikasi antara pelaku ekraf dan pemerintah dapat lebih cepat dan terstruktur.
Ke depan, Kamaruddin berharap pemerintah kota segera menyiapkan rancangan pembentukan komite setelah perda disahkan, baik melalui keputusan wali kota maupun mekanisme lain yang sesuai aturan. Dengan langkah lanjutan ini, perda ekraf tidak berhenti sebagai dokumen hukum, tetapi benar-benar menggerakkan ekonomi kreatif Samarinda menjadi sektor yang tumbuh inklusif, berdaya saing, dan berdampak pada kesejahteraan warga. adv