DPRD Kutim Sebut Pariwisata Potensial Tingkatkan PAD

kaltimes.com
17 Mei 2024
Share
DPRD Kutai Timur Desak Penindakan Tegas Terhadap Temuan BPK.

Kaltimes.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur terus mendorong Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengembangkan sektor pariwisata. Dengan merancang destinasi wisata baru serta memaksimalkan potensi wisata yang sudah ada, DPRD yakin langkah ini akan signifikan dalam menunjang pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memenuhi harapan masyarakat.

Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur dari Partai Demokrat, Abdi Firdaus, menyoroti bahwa perhatian pemerintah selama ini lebih terfokus pada aktivitas perusahaan tambang batu bara. Padahal, masyarakat juga sangat mendambakan keberadaan destinasi wisata yang menarik di daerah mereka.

“Yang kita mimpikan itu destinasi wisata. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus didorong untuk melakukan hal ini. Karena selama ini Pemkab hanya fokus soal perusahaan tambang saja, padahal masyarakat juga mengharapkan ada destinasi wisata di Kabupaten Kutai Timur,” ungkapnya.

Abdi menegaskan bahwa pemerintah harus berpikir jangka panjang dan tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan. Menurutnya, potensi PAD di Kutai Timur tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan tambang, melainkan perlu mengembangkan sektor-sektor lain seperti pariwisata.

“Jadi memang, untuk sumber pendapatan tidak hanya mengandalkan dari sektor perusahaan tambang saja. Harus mulai merambah ke sektor lain, salah satunya pariwisata,” ujarnya.

Selain mendorong pembuatan destinasi wisata baru, Abdi juga meminta Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk mengembangkan destinasi wisata yang sudah ada, seperti Pantai Teluk Lombok di Sangatta Selatan, Pantai Kenyamukan di Sangatta Utara, Teluk Perancis di Sangatta Selatan, Pantai Sekrat di Bengalon, dan Taman Nasional Kutai (TNK) di Teluk Pandan. Dengan pengembangan yang optimal, sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi tulang punggung baru bagi PAD.

Abdi berharap masukan ini dapat diterima dan segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, khususnya Dinas Pariwisata. Dia menekankan bahwa seiring berjalannya waktu, jumlah perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Kutai Timur akan semakin berkurang. Oleh karena itu, pemerintah harus mulai mengalihkan fokusnya ke sektor lain guna memastikan keberlanjutan PAD.

“Dengan pengembangan sektor pariwisata, kita bisa menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada tambang batu bara,” tutup Yuli.(Adv-DPRD/De)