DPRD Berau Usulkan Penambahan Rumah Singgah di Tanjung Redeb untuk Bantuan Masyarakat Kampung

kaltimes.com
17 Nov 2024
Share
Anggota DPRD Berau Subroto.

Kaltimes.com – Anggota DPRD Kabupaten Berau, Subroto, mengusulkan agar pemerintah daerah menambah jumlah rumah singgah di Kota Tanjung Redeb. Usulan ini disampaikan untuk membantu masyarakat dari kampung-kampung yang datang ke kota, baik untuk berobat maupun mengurus keperluan administrasi.

Subroto mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat banyak warga dari berbagai kampung yang harus menanggung biaya besar untuk berobat atau menyelesaikan urusan administrasi di kota. Selain biaya transportasi dan pengobatan, penginapan juga menjadi beban tambahan yang sering kali sangat memberatkan.

“Masyarakat yang datang ke kota harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit, baik untuk transportasi, pengobatan, maupun penginapan. Biaya ini semakin membengkak jika mereka harus menginap lebih dari satu malam,” ujar Subroto saat diwawancarai baru-baru ini.

Sebagai anggota DPRD yang mewakili daerah pemilihan III, yang meliputi Kecamatan Biatan, Talisayan, Batu Putih, Bidukbiduk, Pulau Derawan, dan Maratua, Subroto berharap adanya kerja sama antara Pemkab Berau dan dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran guna pembangunan rumah singgah. Menurutnya, ini akan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan akomodasi sementara di Tanjung Redeb, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

“Dalam kunjungan-kunjungan saya, terutama ke Kecamatan Talisayan, sering saya dengar keluhan tentang tingginya biaya yang harus dikeluarkan warga untuk berobat di Tanjung Redeb. Banyak yang terpaksa mencari penginapan dengan harga yang tidak terjangkau, apalagi jika urusan mereka tidak selesai dalam satu hari,” jelasnya.

Subroto menambahkan bahwa rata-rata warga yang datang ke Tanjung Redeb adalah pasien rujukan dari Rumah Sakit Talisayan. Karena itu, pengadaan rumah singgah dianggap sebagai solusi yang sangat membantu, khususnya bagi warga yang tidak memiliki cukup dana untuk menginap di penginapan atau hotel.

“Dengan adanya rumah singgah, masyarakat bisa mendapatkan tempat tinggal sementara dengan biaya yang lebih terjangkau, bahkan jika memungkinkan, biaya penginapan tersebut bisa disubsidi oleh pemerintah. Ini sangat penting untuk membantu meringankan beban mereka, terutama bagi keluarga kurang mampu,” ungkapnya.

Subroto berharap agar rumah singgah bisa menjadi prioritas dalam pembangunan fasilitas sosial di Berau, mengingat banyaknya kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat di daerah terpencil. Dengan demikian, mereka yang datang ke kota untuk berobat atau mengurus administrasi tidak akan terbebani oleh biaya akomodasi yang tinggi, sehingga proses perawatan atau pengurusan administrasi bisa berjalan lebih lancar dan efisien.

“Harapannya, rumah singgah ini bisa segera diwujudkan dan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan,” kuncinya. (adv/tim)