Kaltimes.com – Wacana mengenai penerapan bahasa daerah sebagai Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah Kabupaten Berau kembali mencuat. Anggota DPRD Berau, Suharno, terus mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Berau untuk segera merealisasikan penerapan mulok bahasa daerah ini di seluruh jenjang pendidikan di Bumi Batiwakkal.
Menurutnya, penting tidak hanya untuk melestarikan budaya dan bahasa daerah, tetapi juga untuk menciptakan generasi muda yang lebih mencintai dan memahami warisan budaya mereka.
Menurutnya, pelajaran bahasa daerah bukan hanya penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada para pelajar, tetapi juga untuk memperkuat jati diri mereka sebagai bagian dari masyarakat Berau.
“Penerapan bahasa daerah sebagai mulok di sekolah-sekolah di Berau sangat penting. Ini bukan hanya untuk melestarikan bahasa daerah, tetapi juga untuk membentuk generasi yang lebih mencintai dan bangga terhadap budaya mereka. Kita ingin anak-anak Berau tidak hanya mengenal dunia luar, tetapi juga paham dan cinta terhadap budaya dan bahasa daerahnya sendiri,” ujar Suharno.
Seiring dengan visi tersebut, Politikus PPP ini juga menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan lebih banyak di kurikulum sekolah-sekolah di Berau. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan keseimbangan antara pengetahuan akademis dengan pengetahuan budaya lokal.
Lebih lanjut, Suharno juga mengusulkan agar pelajaran agama dan adat istiadat dapat dijadikan sebagai ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Menurutnya, pembelajaran tentang agama dan adat istiadat daerah sangat penting untuk membentuk karakter dan kepribadian yang baik pada para pelajar.
“Pendidikan agama dan adat istiadat seharusnya menjadi bagian integral dari pembelajaran di sekolah. Hal ini bisa dilakukan dalam bentuk ekstrakurikuler agar siswa tidak hanya belajar tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang nilai-nilai moral dan budaya yang menjadi dasar kehidupan di masyarakat kita,” jelas Suharno.
Pemerintah Kabupaten Berau, menurut Suharno, seharusnya memanfaatkan potensi anggaran pendidikan yang cukup besar untuk merealisasikan penerapan mulok bahasa daerah. Sebagaimana diketahui, sekitar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Dengan anggaran tersebut, Suharno yakin bahwa penerapan bahasa daerah sebagai mulok di sekolah-sekolah Berau bisa segera terwujud.“Penting bagi kita semua untuk mendukung kebijakan ini. Kita ingin agar generasi penerus Berau tidak hanya menguasai bahasa nasional dan internasional, tetapi juga bisa melestarikan dan memperdalam bahasa daerah mereka. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk menjaga identitas dan kekayaan budaya lokal,” bebernya.(adv/tim)