DPRD Berau Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Kampung

kaltimes.com
22 Nov 2024
Share
Anggota DPRD Berau, Suharno. (Istimewa)

Kaltimes.com – Anggota DPRD Berau, Suharno, meminta Pemerintah Kabupaten Berau untuk lebih memperhatikan pemerataan pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah perkampungan. Ia menilai, selama ini pembangunan lebih terpusat di kawasan perkotaan.

“Masalah pembangunan, saya mohon jangan terfokus hanya di kota saja. Karena menurut saya sudah cukup bagus, tinggal dibenahi saja,” ujarnya.

Menurut Suharno, masih banyak kampung dan kecamatan yang belum mendapat perhatian maksimal dari program pembangunan. Kondisi ini, lanjutnya, perlu segera diubah agar tidak ada wilayah yang tertinggal, khususnya dalam pemenuhan infrastruktur dasar.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menegaskan pentingnya alokasi pembangunan yang merata pada tahun 2024.

Dirinya mengingatkan agar pemerataan tidak hanya sebatas wacana, melainkan benar-benar terealisasi melalui program-program yang terukur.

“Apalagi mengenai infrastruktur dasar seperti pendidikan dan kesehatan, saya harap diprioritaskan. Melengkapi sarana dan prasarana di bidang tersebut sangat penting untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, Suharno juga menyoroti perlunya perhatian terhadap pembangunan jalan usaha tani. Ia menyebut jalan tersebut menjadi penopang utama bagi aktivitas para petani, khususnya untuk mengangkut hasil pertanian mereka.

“Para petani itu tidak akan bisa membawa hasil pertaniannya kalau jalanannya tidak ada atau rusak parah. Jadi, ini harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Ia juga berharap program pembangunan tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat kampung bisa menikmati manfaat yang berkelanjutan dari setiap pembangunan yang dilakukan.

Suharno menambahkan, partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan sangat penting. Dengan melibatkan masyarakat, pemerintah bisa mengetahui kebutuhan prioritas di setiap wilayah.

“Jangan hanya berpikir dari sudut pandang pemerintah saja. Libatkan masyarakat untuk menyerap aspirasi mereka,” pungkasnya. (Adv/tim)