Kaltimes.com – Anggota DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk mempercantik kawasan perkotaan melalui pembangunan taman, ruang terbuka hijau (RTH), dan ruang bermain ramah anak (RBRA).
Menurut Rudi, program tersebut sangat positif karena dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Berau juga bisa mempercantik kota. Namun, Rudi mengingatkan agar proyek tersebut tidak sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Ia menilai, ada prioritas lain yang lebih mendesak untuk didanai, seperti perbaikan jalan rusak dan pengendalian genangan air.
“Pemanfaatan APBD untuk kebutuhan mendesak seperti itu menurut saya lebih tepat. Jika terlalu banyak dialokasikan untuk estetika kota, dikhawatirkan kebutuhan masyarakat yang lebih urgent jadi terabaikan,” tegasnya.
Sebagai alternatif, ia mendorong Pemkab Berau untuk memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut. Dana CSR, menurutnya, adalah solusi efektif untuk menghindari pembebanan APBD yang berlebihan.
“Sudah selayaknya pihak ketiga yang ada di Berau memanfaatkan dana CSR mereka untuk mempercantik kawasan kota. Banyak perusahaan, khususnya di sektor tambang, punya potensi besar untuk berkontribusi,” ujarnya.
Ia bahkan mencontohkan Kota Surabaya yang berhasil mengubah lahan kosong menjadi ruang publik melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan pihak ketiga. Menurut Rudi, konsep serupa bisa diterapkan di Berau dengan syarat Pemkab menyediakan lahan, sedangkan pendanaan dan pengelolaan ditanggung oleh pihak ketiga.
Selain itu, ia menggarisbawahi pentingnya kolaborasi ini untuk meminimalisasi biaya pemeliharaan. Jika proyek-proyek didanai oleh CSR, pihak ketiga yang bertanggung jawab akan lebih cepat menindaklanjuti perbaikan jika terjadi kerusakan. Berbeda dengan anggaran APBD, yang prosesnya memakan waktu karena harus melalui mekanisme penganggaran.
“Kalau semua mengandalkan APBD, prosesnya bisa lama. Sementara, dengan CSR, penanganan kerusakan akan lebih cepat, dan tentunya ini lebih efektif,” tambah Rudi.
Sebagai contoh nyata, politisi partai PDI Perjuangan itu menyebut dekorasi di Jembatan Sambaliung yang dikerjakan melalui bantuan pihak ketiga. Menurutnya, model seperti ini perlu terus dikembangkan untuk mempercantik kota tanpa membebani anggaran pemerintah.
Rudi pun berharap Pemkab Berau lebih aktif menjalin komunikasi dengan perusahaan-perusahaan di daerahnya agar potensi CSR bisa dimaksimalkan.
“Jika semua pihak terlibat, saya yakin keindahan dan kenyamanan Kota Berau akan semakin baik,” pungkasnya. (Adv/tim)