Donald Trump Ancam Balas Hamas Jika Sandera Israel Tak Dibebaskan Sebelum Pelantikannya

kaltimes.com
4 Des 2024
Share
Presiden Terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Brandon Bell/Getty Images)

Kaltimes.com – Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ancaman keras terhadap kelompok Hamas terkait sandera Israel di Gaza.

Trump menegaskan bahwa jika para sandera tidak dibebaskan sebelum pelantikannya pada 20 Januari 2025, akan ada konsekuensi serius di Timur Tengah.

Lewat akun media sosialnya, Senin (2/12) waktu setempat, Trump menuliskan ancaman tersebut.

“Jika para sandera tidak dibebaskan sebelum tanggal 20 Januari, akan ada NERAKA YANG HARUS DIBAYARKAN di Timur Tengah.” tulis Trump.

Ia menambahkan bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi dampak yang belum pernah terjadi dalam sejarah Amerika Serikat.

Serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu mengakibatkan lebih dari 250 orang disandera, termasuk warga dengan kewarganegaraan ganda AS-Israel.

Hingga kini, dilaporkan setidaknya 101 sandera masih hidup di Gaza, sementara 33 lainnya tewas akibat bombardir militer Israel.

Serangan balasan Israel sejak peristiwa tersebut telah menewaskan lebih dari 44 ribu warga Palestina, mayoritas anak-anak dan perempuan.

Hamas sendiri menuntut agar Israel menghentikan agresi militernya dan menarik pasukan dari Gaza sebagai syarat pembebasan sandera.

Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut sampai Hamas dihancurkan sepenuhnya.

“Perang ini tidak akan berhenti sebelum ancaman terhadap Israel benar-benar dihilangkan,” tegas Netanyahu.

Situasi ini menunjukkan eskalasi ketegangan yang berlanjut, dengan ancaman Trump menambah tekanan terhadap Hamas di tengah konflik yang telah berlangsung selama lebih dari 14 bulan. (net/ra)