Kaltimes.com – Musik Tingkilan sebagai warisan seni tradisional Kutai yang amat bernilai secara budaya, terancam dilupakan oleh generasi muda.
Mengakui hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berinisiatif melindungi serta melestarikan seni tradisional ini dengan menyelenggarakan workshop khusus mengenai musik Tingkilan, yang ditujukan bagi pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah tersebut.
Kegiatan workshop ini telah menjadi bagian dari agenda rutin Disdikbud Kukar setiap tahunnya. Pada kali ini, workshop digelar pada tanggal 20-21 November 2023, bertempat di Gedung Serbaguna Disdikbud Kukar.
Delapan SMP dari tiga kecamatan, termasuk Tenggarong, Loa Kulu, dan Tenggarong Seberang, mengambil bagian dalam acara ini. Mereka mendapatkan ilmu langsung dari tiga narasumber yang berasal dari kelompok musik Tingkilan yang terkenal di Kukar, yakni Topa Tenggarong, Olah Gubang Tenggarong, serta Cahaya Mahakam Tenggarong.
Tujuan dari workshop ini adalah untuk meningkatkan kemampuan bermusik kreasi para pelajar, khususnya di jenjang SMP, yang selama ini belum bisa berprestasi di tingkat provinsi. Selain itu, workshop ini juga bertujuan untuk mengenalkan dan mengajarkan musik Tingkilan kepada generasi muda, agar mereka bisa paham, menguasai, dan mahir dalam memainkan seni tradisi Kutai ini.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Hutomo, SH, yang mewakili Kepala Dinas, mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap agar para peserta bisa mengikuti workshop dengan sebaik-baiknya dan memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dari para instruktur yang telah dihadirkan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini,” kata Hutomo. (Hms/Adv)