Daftar Obat Favorit Publik RI, Tolak Angin Paling Populer

kaltimes.com
21 Sep 2025
Share

SETIAP rumah di Indonesia punya obat andalan. Dari jamu herbal hingga minyak angin, pilihan itu diwariskan lintas generasi dan terus bertahan.

Tolak Angin menempati posisi teratas. Produk unggulan PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk ini menjaga daya tahan tubuh dengan bahan herbal berkualitas. Publik percaya karena aman dikonsumsi dan hadir lama dalam keseharian mereka.

Popularitas Tolak Angin kini merambah dunia internasional. Produsen menggandeng petenis asal Prancis, Alizé Lim, sebagai bintang iklan. Alizé pertama kali mencoba Tolak Angin di Paris saat musim dingin dan terkejut melihat betapa populernya produk ini di Indonesia.

Obat Favorit Publik Indonesia Versi Survei Jakpat

Survei Jakpat bertajuk Local Product Shopping Behavior in Indonesia berlangsung pada 24–25 Juli 2025 dengan 1.394 responden. Hasilnya menempatkan lima produk kesehatan lokal di posisi teratas pilihan publik.

Tolak Angin meraih posisi pertama dengan 20 persen. Produk jamu dari Sido Muncul ini sudah terbukti menjaga daya tahan tubuh sejak 1951. Publik memilihnya karena citra jamu legendaris dan bahan herbal yang konsisten terjaga kualitasnya.

Bodrex berada di posisi kedua dengan 9 persen. Masyarakat mengandalkan obat ini untuk meredakan sakit kepala dan menurunkan demam. Dosis pas dan efek cepat membuat Bodrex tetap relevan meski banyak merek baru bermunculan.



Sidomuncul menempati urutan ketiga dengan 6 persen. Diversifikasi produknya menjadikannya alternatif praktis sekaligus sehat. Publik memilih Sidomuncul karena variasi produknya lengkap, dari jamu cair hingga minuman kesehatan.

Cap Lang ada di peringkat keempat dengan 5 persen. Produk ini identik sebagai minyak angin klasik yang ampuh mengatasi masuk angin, pusing, dan pegal. Publik memilih Cap Lang karena aromanya kuat dan mudah didapat di pasaran.

FreshCare menutup lima besar dengan 4 persen. Minyak angin modern ini populer di kalangan Gen Z karena kemasan roll-on yang praktis. Aromanya segar dan bentuknya kecil sehingga mudah dibawa ke mana saja.

Hasil survei menunjukkan publik menyeimbangkan konsumsi jamu tradisional, obat kimia modern, dan aromaterapi kekinian. Dari Tolak Angin yang lahir tahun 1951 hingga FreshCare yang muncul pada awal 2000-an, semua merek berperan menjaga kesehatan masyarakat.

Data ini menegaskan bahwa kesehatan publik tidak hanya bergantung pada layanan medis. Produk lokal yang akrab di rumah tangga justru menopang gaya hidup sehat masyarakat Indonesia. (*)


Penulis: Dwi Lena Irawati