Kaltimes.com – Kabupaten Kutai Timur masih mengalami kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas dan Rumah Sakit. Menyikapi hal ini, Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk segera mencari solusi.
Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Son Hatta, menyatakan bahwa Pemkab Kutai Timur telah memiliki terobosan untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dengan memberikan beasiswa pendidikan kepada putra dan putri daerah agar menjadi tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis. Syaratnya, setelah lulus mereka harus mengabdikan diri pada fasilitas kesehatan yang ada di Kutai Timur.
“Terobosan ini merupakan langkah efisien dan efektif untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan dalam jangka panjang. Kami mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan Pemkab Kutai Timur,” ujar Ridwan.
Meskipun demikian, Ridwan menekankan pentingnya teliti dalam perekrutan putra dan putri daerah yang akan dikuliahkan sebagai tenaga kesehatan. Menurutnya harus ada perjanjian yang menegaskan bahwa mereka setuju untuk mengabdi di Kutai Timur setelah lulus dari pendidikan.
“Kami mengapresiasi Pemkab Kutai Timur atas langkah memberikan beasiswa kepada putra dan putri daerah untuk studi kesehatan. Tetapi perlu ada kesepakatan bahwa setelah lulus mereka akan kembali dan mengabdi di Kutai Timur,” katanya.
Kekurangan tenaga kesehatan di Kutai Timur terutama dialami dua kecamatan yakni Sangkulirang dan Muara Bengkal.
Pemkab Kutai Timur telah memiliki tiga rumah sakit pratama, masing-masing berada di Sangkulirang, Muara Bengkal dan Rantau Pulung. Rumah Sakit Sangkulirang untuk melayani masyarakat wilayah pesisir dan sejumlah kecamatan berada di sekitarnya.
Kemudian Rumah Sakit Rantau Pulung untuk melayani warga di Bengalon dan Batu Ampar dan sekitarnya. Sedangkan Rumah Sakit Pratama Muara Bengkal untuk melayani warga di Muara Ancalong, Busang dan Long Mesangat. (Adv-DPRD/De)