Cantik Jadi Keuntungan: 96 Persen Perempuan Akui Beauty Privilege Nyata

kaltimes.com
5 Jul 2025
Share

TATAPAN berbeda, perlakuan lebih ramah, atau pintu kesempatan yang lebih cepat terbuka. Semua hal bisa datang hanya karena penampilan. Bagi banyak perempuan di Indonesia, cantik bukan sekadar identitas, tapi juga kekuatan sosial yang menentukan.

Temuan ZAP Beauty Index 2024 menunjukkan bahwa 96,2 persen perempuan Indonesia percaya beauty privilege memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari. Hanya 3,8 persen yang mengaku tidak terlalu percaya terhadap kekuatan privilege berbasis penampilan. Ini menunjukkan bahwa persepsi keuntungan dari fisik yang dianggap menarik sudah tertanam kuat dalam kesadaran kolektif perempuan Indonesia.

Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Konsep beauty privilege berkaitan erat dengan halo effect, yaitu kecenderungan seseorang menilai keseluruhan kepribadian seseorang hanya dari satu atribut positif. Salah satunya penampilan fisik. Akibatnya, standar kecantikan tetap menjadi acuan dalam berbagai aspek sosial. Mulai dari pergaulan, peluang kerja, hingga perlakuan di ruang publik. 

Namun, dampaknya tak selalu positif. Studi oleh Alaei et al. (2022) menunjukkan bahwa individu dengan penampilan yang dianggap kurang menarik kerap dipersepsikan lebih rendah. Parahnya bisa “kurang manusiawi.” Stigma ini bisa memicu perasaan rendah diri, kecemasan, hingga depresi. 

Di sisi lain, mereka yang memiliki beauty privilege juga tidak sepenuhnya bebas beban. Berdasarkan artikel Very Well Mind, orang dengan penampilan menarik sering merasa tertekan untuk selalu tampil sempurna. Akibatnya mereka rentan cemas, stres dan takut akan penuaan karena ekspektasi sosial yang tinggi.

Pada akhirnya, beauty privilege menciptakan realitas sosial yang rumit. Antara keuntungan dan tekanan, antara penerimaan dan penolakan. Di tengah tuntutan standar kecantikan yang kian menekan, penting bagi masyarakat untuk membangun empati dan mengurangi bias terhadap penampilan. Sebab, nilai seseorang tak bisa diukur hanya dari wajah yang dilihat mata.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin