Bukan Cuma Finansial, Ini Pertimbangan Gen Z Sebelum Jadi Orang Tua

kaltimes.com
31 Okt 2025
Share

KEMEWAHAN pesta pernikahan tidak selalu berlanjut dengan lahirnya anak pertama. Generasi muda kini lebih selektif, menimbang banyak hal sebelum benar-benar siap menjadi orang tua.

Di era modern saat ini, individualisme semakin meningkat. Kondisi ini mendorong banyak anak muda menunda pernikahan dan membangun keluarga. Situasi tersebut berbeda dengan nilai tradisional, di mana menikah dan punya anak dianggap tujuan akhir dalam hidup. Milenial dan Gen Z kini mendambakan nilai yang lebih dalam.

Finansial jadi prioritas utama

Foto: Ilustrasi orang tua dan anak (Pinterest)

Menurut survei IDN Research Institute, mayoritas anak muda menempatkan finansial sebagai pertimbangan utama. Sebanyak 65 persen Milenial dan 63 persen Gen Z menekankan pentingnya memiliki dana cukup sebelum punya anak. Mereka sadar biaya pendidikan dan kesehatan terus naik. Tabungan menjadi syarat mutlak agar anak bisa tumbuh dengan baik.

Kesehatan mental dapat sorotan

Selain finansial, isu mental juga mencuri perhatian. Sebanyak 65 persen Milenial dan 58 persen Gen Z menekankan pentingnya menyiapkan mental sebelum menjadi orang tua. Tekanan sosial, ekspektasi keluarga, dan tuntutan gaya hidup kerap membuat calon orang tua kewalahan.

Karier dan pertumbuhan pribadi

Sebanyak 58 persen Milenial dan 62 persen Gen Z ingin memastikan karier tetap berjalan meski punya anak. Mereka ingin membuktikan bahwa orang tua bisa mengembangkan diri sekaligus membesarkan anak.

Kebebasan pribadi jadi pertimbangan

Sebanyak 47 persen Milenial dan 49 persen Gen Z memikirkan soal kebebasan pribadi. Mereka sadar menjadi orang tua berarti harus mengorbankan banyak hal, termasuk waktu untuk diri sendiri. Persiapan mental terhadap perubahan ini menjadi bagian penting sebelum memutuskan punya anak.

Kesiapan emosi

Sebanyak 23 persen Milenial dan 23 persen Gen Z menilai pengendalian emosi berpengaruh pada pola asuh. Mereka percaya orang tua yang stabil secara emosi mampu menciptakan lingkungan sehat bagi keluarga.

Data ini menegaskan bahwa menjadi orang tua bukan hanya soal kesiapan finansial. Anak muda juga memikirkan mental, karier, kebebasan, dan emosi. Mereka ingin memastikan setiap langkah matang sebelum memasuki fase baru dalam hidup. (*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin