MALAM yang seharusnya tenang di Samarinda berubah mencekam. Api yang tiba-tiba membakar salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota ini. Asap tebal memenuhi langit, memaksa puluhan orang menyelamatkan diri di tengah kepanikan.
Kebakaran terjadi di Big Mall Samarinda, Jalan Untung Suropati, pada Selasa (3/6/2025) pukul 00.10 Wita. Api pertama kali terlihat dari area lantai dasar (LG) yang diketahui merupakan lokasi pusat kuliner dan area restoran. Salah satu tenant yang terdampak ialah Gokana Ramen.
Petugas keamanan mal segera menghubungi pemadam kebakaran, yang kemudian menerjunkan 12 unit mobil damkar dari berbagai pos. Proses pemadaman berlangsung selama hampir tiga jam. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 03.00. Menurut laporan dari Kaltim Post, api tidak sampai merambat ke lantai atas, namun asap pekat menyebar hingga ke seluruh area mal melalui sistem ventilasi.(Kebakaran di BIGmall Samarinda Mengungkap Fakta Menarik, Ini Tenant yang Terbakar, Tengok Kerja Sistem Proteksi Mal – Kaltim Post, Kaltim Post, 2025)
Hingga pukul 11.04 Wita, Minggu, 3 Mei 2025, sebanyak 25 orang berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan akibat peristiwa kebakaran tersebut. Sebagian besar korban mengalami sesak napas karena terjebak asap di dalam gedung. Dari total korban, 7 orang dilaporkan pingsan saat proses evakuasi berlangsung.
Mereka terdiri dari 10 pengunjung, 8 karyawan tenant, serta 7 petugas pemadam dan relawan yang terlibat langsung dalam proses penyelamatan. Meskipun tidak ada korban jiwa, beberapa orang harus mendapat perawatan intensif karena gangguan pernapasan. Data ini menunjukkan betapa besarnya dampak kebakaran, tak hanya pada bangunan fisik tapi juga pada keselamatan orang-orang yang berada di dalamnya.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya sistem proteksi kebakaran yang andal di ruang publik. Meski api berhasil dikendalikan, dampaknya tetap besar bagi pengunjung, pekerja, dan petugas. Pihak pengelola menyatakan telah melakukan evaluasi. Dilansir dari Instagram resmi Big Mall, seluruh operasional mal ditutup sementara untuk mencegah kejadian serupa terulang.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin