Bidan Jadi Penolong Utama 50,55 Persen Kelahiran di Indonesia

kaltimes.com
18 Okt 2025
Share

RUANGAN bersalin dipenuhi degup jantung cemas yang berubah menjadi lega. Tangisan pertama bayi yang baru lahir memecah kesunyian. Momen sakral ini menjadi puncak perjuangan seorang ibu. Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti setiap detik kelahiran.

Momen melahirkan adalah titik krusial yang menentukan keselamatan ibu dan bayi. Proses ini bisa membahayakan jiwa jika tidak ada penanganan tepat. Oleh karena itu, kehadiran tenaga medis yang kompeten sangat penting. Tenaga medis memberikan perawatan cepat dan aman. Mereka memastikan Anak Lahir Hidup (ALH) dengan selamat dan sehat.

Bidan Menjadi Tulang Punggung Persalinan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan bidan masih menjadi penopang utama layanan kesehatan ibu dan anak di tanah air. Sebanyak 50,55 persen ibu Indonesia menjadikan bidan sebagai penolong utamanya ketika melahirkan ALH.

Setelah bidan, dokter kandungan juga turut disebut sebagai tulang punggung utama persalinan ibu. Proporsi ibu yang ditolong oleh dokter kandungan sebesar 44,42 persen. Meskipun angkanya lebih kecil, kehadiran dokter kandungan tetap krusial. Mereka menangani persalinan berisiko tinggi atau membutuhkan tindakan medis lebih lanjut.

Di sisi lain, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang mengandalkan dukun beranak, yaitu sebanyak 2,05 persen. Angka ini menandakan praktik persalinan tradisional masih bertahan di beberapa daerah. Praktik ini terjadi terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap tenaga kesehatan modern.

Tidak hanya dokter kandungan, dokter umum juga kerap menjadi penolong utama ketika ibu melahirkan ALH, dengan angka 1,64 persen. Sementara perawat dan tenaga kesehatan lainnya mencatat persentase berturut-turut 0,73 persen dan 0,29 persen. Adapun, terdapat 0,06 persen ibu yang tidak dibantu oleh siapa pun. Sedangkan, 0,25 persen sisanya ditolong oleh pihak lain yang tidak termasuk dalam daftar.

Peningkatan Mutu Bidan untuk Layanan Primer

Tingginya proporsi persalinan yang bidan tangani menunjukkan pentingnya penyebaran tenaga bidan di seluruh wilayah. Fokus utama berada pada daerah pedesaan dan terpencil.

Langkah ini tidak hanya memastikan setiap ibu mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas. Ini juga memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin