Bentrokan Suporter di Guinea Akibatkan 56 Tewas, Tragedi Kembali Terulang

kaltimes.com
5 Des 2024
Share
Kerusuhan supporter sepak bola di Nzerekore, Guniea. (Foto: Social Media VIA REUTERS)

Kaltimes.com – Setidaknya 56 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan yang terjadi di Stade du 3 Avril, Nzerekore, Guinea selatan, pada Minggu (1/12).

Tragedi ini terjadi saat final turnamen sepak bola yang diselenggarakan untuk menghormati pemimpin junta Guinea, Mamady Doumbouya.

Kericuhan dimulai ketika wasit memberikan kartu merah kepada tim tuan rumah, Nzerekore, pada menit ke-82, yang berujung pada pemberian penalti.

Keputusan ini memicu kemarahan suporter tim tamu, Labe, yang kemudian menyerbu lapangan dan melemparkan batu.

Ketegangan semakin meningkat ketika aparat keamanan menembakkan gas air mata, memicu kepanikan dan desak-desakan di antara ribuan penonton.

“Saya melihat orang-orang jatuh ke tanah, termasuk anak-anak yang terinjak-injak,” ujar seorang saksi mata, Amara Conde, seperti dilansir dari Reuters.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan penonton yang berusaha melarikan diri dengan memanjat tembok stadion.

Banyak korban, termasuk anak-anak, dilaporkan meninggal di lokasi kejadian sebelum sempat dievakuasi.

Tragedi ini menuai kritik keras dari berbagai pihak. Mantan Presiden Guinea, Alpha Conde, menyebut insiden ini sebagai akibat dari organisasi yang tidak bertanggung jawab, terutama di tengah ketegangan politik yang sedang berlangsung di negara tersebut.

“Tragedi ini menyoroti bahaya organisasi yang tidak bertanggung jawab dalam konteks ketegangan dan pembatasan,” ujar Conde.

Kelompok oposisi, Aliansi Nasional untuk Perubahan dan Demokrasi, mengkritik turnamen ini sebagai alat politik junta untuk meraih dukungan menjelang pemilu yang belum terlaksana dan mendesak pemerintah untuk melakukan penyelidikan yang transparan.

Insiden ini bukan tragedi stadion pertama di Guinea.

Pada 2009, lebih dari 150 orang tewas dan puluhan wanita diperkosa oleh militer saat aksi protes di stadion ibu kota, Conakry. (net/ra)