Bandung Geser Jakarta Jadi Kota Termacet di Indonesia 2024

kaltimes.com
16 Agu 2025
Share

DI JALANAN Bandung, waktu terasa berjalan lambat. Mesin mobil menyala, klakson bersahutan, tapi jarak tempuh tak kunjung bertambah. Itulah potret kemacetan di kota kembang. Potret kemacetan ini jadi pengingat, menjelang ulang tahun ke-80 kemerdekaan, Indonesia masih punya PR besar di sektor transportasi.

Perusahaan navigasi TomTom merilis laporan TomTom Traffic Index 2024. Laporan ini memantau 500 kota di 62 negara dengan jarak tempuh total 737 miliar kilometer. Tujuannya untuk mengukur dan membandingkan tingkat kemacetan di berbagai kota sepanjang 2024.

Metode pemeringkatan didasarkan pada rata-rata waktu tempuh per 10 kilometer dan persentase kemacetan. Dari data tersebut, lima kota di Indonesia tercatat memiliki waktu tempuh terlama.

Bandung menempati posisi pertama dengan waktu tempuh 32 menit 37 detik per 10 km dan tingkat kemacetan 48 persen. Medan menyusul di posisi kedua dengan waktu 32 menit 3 detik dan kemacetan 40 persen.

Palembang berada di urutan ketiga dengan waktu 27 menit 55 detik dan kemacetan 41 persen. Surabaya mencatat waktu tempuh 26 menit 59 detik dengan kemacetan 31 persen. Jakarta justru berada di posisi kelima, dengan waktu tempuh 25 menit 31 detik dan kemacetan 43 persen.

Untungnya, Samarinda tidak masuk daftar tersebut. Meski begitu, kemacetan tetap terjadi di sejumlah titik. Beberapa titik rawan macet antara lain Jembatan Mahakam, Jembatan Mahkota, Jalan D.I. Panjaitan, Jalan Otto Iskandar Dinata Sungai Dama dan Jalan Pangeran Suryanata. Penyebabnya antara lain volume kendaraan yang tinggi, keterbatasan infrastruktur jalan, dan proyek pembangunan yang masih berlangsung.

Kemacetan bukan hanya soal waktu yang terbuang, tapi juga kualitas hidup yang menurun. Data ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan lalu lintas yang lebih baik sangat dibutuhkan di kota-kota besar Indonesia.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin