Arab Saudi Berkomunikasi dengan Turki untuk Menghindari Kekacauan Setelah Gulingnya Presiden Suriah

kaltimes.com
9 Des 2024
Share
Ilustrasi Seorang pemberontak militan islam Hayat Tahrir al-Sham, di Aleppo, Suriah. (Foto: REUTERS/MAHMOUD HASANO)

Kaltimes.com – Arab Saudi terus berkoordinasi dengan Turki dan pihak terkait lainnya mengenai situasi terkini di Suriah, menyusul kejatuhan Presiden Bashar al-Assad oleh pemberontak pada Minggu (8/12).

Dilansir dari Reuters, pejabat Saudi menegaskan bahwa upaya ini dimaksudkan untuk menghindari terjadinya kekacauan lebih lanjut di negara tersebut.

Pejabat tersebut juga menyampaikan bahwa meskipun Presiden Assad dikabarkan telah meninggalkan Suriah, keberadaannya masih belum diketahui.

Kejatuhan Assad disebutkan akibat kegagalannya untuk melibatkan pihak oposisi dan aktor-aktor regional dalam proses politik.

“Pemerintah Turki berusaha berkoordinasi dengan Suriah, namun langkah ini ditolak,” jelas pejabat tersebut.

Ia menambahkan bahwa situasi ini adalah akibat dari sikap keras kepala pemerintah Suriah yang tidak mau terlibat dalam proses politik yang lebih inklusif.

Sebelumnya, Arab Saudi sempat memberi kesempatan kepada Assad untuk menghadiri pertemuan puncak Liga Arab, dengan harapan Suriah dapat terlibat lebih konstruktif dengan oposisi dan pihak-pihak terkait di kawasan.

Namun, harapan ini tidak terwujud, karena tidak ada tindakan signifikan dari pihak Suriah.

Meski demikian, Arab Saudi mengapresiasi bahwa transisi yang terjadi di Suriah berlangsung tanpa kekerasan, serta menekankan pentingnya melindungi lembaga negara, kedaulatan Suriah, dan hak-hak kelompok minoritas. (net/ra)