SAMARINDA. Di tengah semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyerukan pentingnya kolaborasi lintas komunitas dan semangat persatuan sebagai fondasi membangun masa depan kota. Seruan itu ia sampaikan dalam diskusi publik yang digelar KNPI Kota Samarinda di kawasan Citra Niaga, Selasa malam (28/10/2025), bertema “Bersama dalam Perbedaan: Membangun Semangat Persatuan Pemuda Samarinda.”
Kegiatan ini diikuti berbagai organisasi kepemudaan (OKP) dan badan eksekutif mahasiswa (BEM) se-Kota Samarinda. Dalam suasana yang hangat, diskusi berlangsung terbuka dan penuh semangat kebersamaan menggambarkan semangat kolaborasi lintas perbedaan yang ingin ditekankan penyelenggara.
Ketua KNPI Kota Samarinda, Ronni Hidayatullah, mengatakan bahwa sinergi antarorganisasi menjadi kunci memperkuat gerakan kepemudaan di daerah. “Pemuda harus jadi teladan dalam menjaga semangat persatuan. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi kekuatan untuk membangun Samarinda yang lebih maju,” ujarnya.
Wali Kota Andi Harun menilai, kemampuan untuk bersatu adalah modal utama membangun peradaban baru di Samarinda. Menurutnya, banyak kelompok pemuda yang masih berjalan sendiri-sendiri tanpa arah perjuangan yang jelas, padahal semangat kolektif sangat dibutuhkan untuk membangun kota.
“Samarinda bisa memulai dari sini, dari ruang kebersamaan seperti ini untuk mencatat sejarah baru. Gerakan pemuda harus konsisten dan mampu merekonstruksi arah perjuangannya,” kata Andi Harun.
Ia menekankan konsep meta-histori atau cara membangun narasi baru tanpa melupakan akar sejarah yang telah ada. Sebagai contoh, ia menyebut revitalisasi kawasan Citra Niaga sebagai penerapan nyata konsep tersebut. “Dulu kawasan ini sempat tidak terurus, tapi kini kita revitalisasi tanpa menghapus sejarahnya. Ini bentuk nyata meta-histori: membangun cerita baru yang relevan dengan masa kini,” jelasnya.
Andi Harun menutup dengan ajakan agar seluruh elemen pemuda terus berelaborasi dan merevitalisasi gerakan bersama. “Gerakan hari ini harus menjadi pijakan untuk masa depan. Kita tidak hanya melanjutkan sejarah, tetapi menciptakan sejarah baru,” tegasnya.
Pemuda Samarinda dalam Angka: Potensi Besar, Tanggung Jawab Besar
Seruan Wali Kota Samarinda itu sejalan dengan gambaran demografis kota yang kini berada pada fase bonus demografi, masa ketika proporsi usia muda dan produktif sedang tinggi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2024, jumlah penduduk Kota Samarinda mencapai sekitar 868,5 ribu jiwa. Dari jumlah itu, 67,22% berada di rentang usia produktif (15–59 tahun), sementara kelompok usia muda 0–14 tahun mencakup 24,49% populasi. Artinya, hampir 9 dari 10 warga Samarinda berada di usia yang berpotensi aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.
Dari sisi pendidikan, penduduk berpendidikan tinggi juga menunjukkan tren positif: 7,38% warga Samarinda telah menamatkan pendidikan S1 atau lebih. Angka ini menjadi cerminan meningkatnya kapasitas intelektual generasi muda di kota ini.
Kondisi demografis ini memperkuat relevansi ajakan Andi Harun agar pemuda bersatu dan berkolaborasi. Dengan dominasi penduduk usia muda, arah masa depan Samarinda sangat ditentukan oleh sejauh mana generasi ini mampu bergerak bersama.
“Ketika Wali Kota berbicara tentang menciptakan sejarah baru, sebenarnya beliau sedang menyoroti momentum besar ini saat energi muda Samarinda bisa jadi penggerak perubahan,” ujar Ronni menambahkan.
Dengan potensi demografi yang besar, kolaborasi lintas generasi dan lintas organisasi menjadi kebutuhan mendesak. Samarinda tak sekadar membutuhkan pemuda yang aktif, tetapi juga pemuda yang mampu bersatu dalam visi yang sama: membangun kota yang modern, berkarakter, dan berpijak pada sejarahnya sendiri.
Dan sebagaimana pesan Wali Kota malam itu, sejarah baru Samarinda tampaknya memang akan dimulai dari tangan para pemudanya. (*)
Penulis: Redaksi