Anak Muda Anggap Perlindungan Hutan Jadi Isu Lingkungan Paling Mendesak 2025

kaltimes.com
7 Sep 2025
Share

SETIAP tahun, bentang hutan Indonesia terus menyusut. Suara gergaji mesin dan asap pembakaran lahan menegaskan ancaman serius bagi ekosistem.

Isu lingkungan terus memanas pada 2025. Anak muda ramai membicarakan revisi UU Kehutanan, ketahanan pangan, hingga RUU Masyarakat Adat.

Survei Kawula17 melibatkan 1.342 responden berusia 17–35 tahun pada 10–17 Juli 2025. Peneliti mengumpulkan data secara daring dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI).

Hasil survei menunjukkan perlindungan hutan menempati urutan pertama dengan 53 persen suara. Laju deforestasi naik dari 230.700 hektare pada 2022 menjadi 257.400 hektare pada 2023. Aktivitas pembukaan lahan pertanian menjadi pemicu utama.

Sebanyak 38 persen anak muda menuntut sistem pangan berkelanjutan. Mereka mendorong pangan sehat, beragam, dan mampu menyejahterakan petani.

Isu hak masyarakat adat menempati posisi ketiga dengan 34 persen suara. Generasi muda meminta DPR segera mengesahkan RUU Masyarakat Adat untuk melindungi hak wilayah, budaya, dan pengetahuan lokal.

Sebanyak 31 persen responden mendorong pengembangan energi baru terbarukan. Mereka menilai kendaraan listrik dan sumber energi ramah lingkungan bisa menekan kerusakan bumi.

Sebanyak 30 persen responden menyoroti perubahan iklim. Isu ini diikuti dengan kritik pada aturan AMDAL yang makin longgar (24 persen) serta penolakan terhadap perluasan izin tambang (16 persen).

Data ini memperlihatkan anak muda semakin kritis terhadap kebijakan lingkungan. Tantangan selanjutnya: bagaimana pembuat kebijakan menjawab suara mereka.

Kini, generasi muda mengingatkan bahwa menjaga bumi bukan sekadar wacana, melainkan kewajiban bersama demi masa depan.(*)


Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin