TANGIS keluarga pecah di tepi jalan. Seorang pejalan kaki tergeletak tak berdaya setelah tertabrak kendaraan. Kisah seperti ini masih sering terjadi di Indonesia.
Data Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat, sepanjang 2024 ada 149.396 kasus kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Sebanyak 18.302 kasus melibatkan pejalan kaki.

Penyebab terbanyak adalah menyeberang sembarangan dengan 9.500 korban. Di posisi kedua, penyebab tidak diketahui sebanyak 3.581 korban. Selanjutnya, berjalan di perkerasan jalan menyebabkan 2.101 korban, berjalan di bahu jalan 1.306 korban, dan menyeberang di zebra cross 703 korban. Ada pula korban akibat berdiri di perkerasan jalan (599), berjalan di trotoar (266), bermain di jalan (196), serta yang berada jauh dari jalan seperti di area atau bangunan (50).
Meski menyeberang sembarangan menempati urutan teratas, tingginya angka ini bisa dipengaruhi minimnya fasilitas penyeberangan yang aman dan mudah dijangkau. Dilansir Kompas, di ibu kota, kondisi trotoar sering terputus, jalur landai minim, dan penyeberangan aman jarang tersedia. Jika di pusat kota saja masih begitu, sulit membayangkan keadaan di daerah dengan infrastruktur terbatas.
Di Samarinda, semua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sudah dibongkar karena dianggap tak aman dan tak lagi relevan. JPO yang dulu berdiri di titik ramai seperti Jalan S Parman, Slamet Riyadi, Gajah Mada, dan Juanda kini hilang. Dilansir Samarinda Pos, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan pembongkaran juga dilakukan karena JPO sering disalahgunakan, seperti menjadi tempat tinggal gelandangan atau pembuangan sampah.
Sebagai gantinya, pemerintah memasang pelican cross di dua lokasi strategis: depan gedung Bank Indonesia menuju Teras Samarinda, dan depan Museum Samarinda menuju Taman Samarendah. Fasilitas ini dilengkapi tombol dan lampu sinyal agar pejalan kaki bisa menyeberang lebih aman.
Keselamatan pejalan kaki bukan hanya soal disiplin pengguna jalan. Tanggung jawab bersama diperlukan untuk menyediakan fasilitas yang aman, nyaman, dan mudah diakses oleh semua orang.(*)
Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin