Gen Z Paling Giat Kembangkan Diri Dibanding Milenial Sepanjang 2024

kaltimes.com
10 Agu 2025
Share

LAPTOP terbuka, podcast berjalan, dan buku catatan penuh coretan. Bagi Gen Z, belajar tak harus di ruang kelas. Belajar bisa kapan saja, bahkan di sela kesibukan.

Survei Deloitte pada 2024 mencatat bahwa Gen Z menjadi generasi paling aktif mengembangkan diri. Survei ini melibatkan 14.751 responden Gen Z dan 8.731 Milenial dari 44 negara, termasuk Indonesia. Metode yang digunakan adalah wawancara daring secara mandiri (self-complete-style).

Hasilnya, 70 persen Gen Z rutin mengembangkan kemampuan minimal sekali seminggu, bahkan lebih. Sebanyak 27 persen lainnya melakukannya dua kali sebulan hingga setahun sekali. Sementara itu, 3 persen responden Gen Z mengaku tidak pernah mengembangkan diri.

Soal waktu, 34 persen Gen Z memilih mengembangkan diri di hari kerja, baik sebelum atau sesudah jam kantor. Sebanyak 30 persen melakukannya saat jam kerja dan 33 persen lainnya memanfaatkan waktu libur. Data ini menunjukkan betapa aktifnya Gen Z dalam meningkatkan keterampilan, baik secara formal maupun mandiri.

Di sisi lain, 59 persen Milenial juga mengembangkan diri seminggu sekali atau lebih. Namun, 36 persen hanya melakukannya dua kali dalam sebulan sampai setahun sekali. Sisanya, sekitar 5 persen, tidak melakukan pengembangan diri sama sekali. Terlihat adanya selisih signifikan antara Gen Z dan Milenial dalam semangat mengembangkan potensi pribadi.

Dilansir dari kanal YouTube MalakaProjectid (14 April 2025), dokter sekaligus influencer dr. Tirta menyebut bahwa Gen Z punya semangat tinggi untuk belajar. Banyak dari mereka yang datang kuliah lebih awal, bekerja setengah tahun, lalu langsung melanjutkan ke jenjang S2.

Gen Z menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan diri, Hal ini membuktikan semangat belajar tak lagi bergantung usia atau jenjang pendidikan.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin