Indonesia Naik Panggung Dunia: 3 Besar Ekonomi Halal Global 2025

kaltimes.com
16 Jul 2025
Share

INDUSTRI halal tak lagi hanya menjadi urusan spiritual, tetapi juga tumpuan ekonomi global. Dalam peta ekonomi Islam dunia, Indonesia menunjukkan taringnya sebagai salah satu pusat pertumbuhan paling signifikan.

Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 yang dirilis oleh Salaam Gateway, Indonesia menempati peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), dengan skor 99,9. Posisi ini hanya berada di bawah Malaysia (165,1) dan Arab Saudi (100,9). Data ini sekaligus menempatkan Indonesia di atas negara-negara kuat lain seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania dan Turki. Indikator ini mengukur performa ekonomi Islam dari berbagai sektor seperti keuangan syariah, makanan halal, busana Muslim, farmasi, media halal, dan pariwisata ramah Muslim.

Di antara enam sektor yang dianalisis, Indonesia menunjukkan performa paling menonjol pada sektor keuangan syariah dengan skor 135,9. Selain itu, Indonesia juga kuat di sektor busana Muslim dan pariwisata ramah Muslim, masing-masing dengan skor 106,8 dan 102,4. Ketiga sektor ini menjadi penggerak utama yang mendorong Indonesia masuk ke jajaran tiga besar dunia.

Secara ekonomi, kontribusi sektor-sektor tersebut tercermin dalam angka. Hingga tahun 2023, Indonesia tercatat memiliki aset keuangan syariah sebesar US$ 162,2 miliar, menjadikannya negara dengan aset syariah terbesar keenam di dunia. Pada sektor fesyen, industri busana Muslim Indonesia menghasilkan US$ 17,86 miliar di tahun yang sama. Adapun sektor pariwisata ramah Muslim turut menyumbang US$ 11,1 miliar ke perekonomian nasional pada 2023.

Capaian ini menegaskan bahwa potensi ekonomi halal di Indonesia tidak hanya besar secara populasi, tetapi juga kuat secara struktur industri. Dengan fondasi yang kokoh di sektor keuangan, busana, dan pariwisata halal, Indonesia berpeluang besar untuk memperluas pengaruhnya sebagai pusat ekonomi Islam global.(*)

Penulis: Dwi Lena Irawati
Editor: Amin